Ramadan Tahun Ini Pemasukan Hotel di Bantul Merosot

  • 20 Mar 2026 13:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, menyebut jika pendapatan hotel pada Ramadan kali ini terbilang cukup minim. Hal itu diduga akibat efek dari efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo menyatakan, bulan puasa biasanya membawa sedikit angin segar bagi para pengusaha hotel, karena sejumlah instansi yang mengadakan buka bersama. Namun, harapan tersebut sirna lantaran adanya efisiensi anggaran.

“Lalu diikuti efisiensi di sektor swasta yang berdampa pada semakin sepinya kegiatan buka bersama di hotel,” ucapnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Kondisi ini pun merembet kepada permasalahan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan hotel. Menurutnya, sepinya kegiatan di hotel juga berdampak bagi kesejahteraan karyawan.

“Selain sedikit harapan dari kegiatan buka bersama sudah hilang, manajemen hotel juga dihadapkan dengan tantangan berat ketika harus memberikan THR bagi karyawannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, sepinya kunjungan juag diperparah dengan maraknya “hotel buram” atau hotel tidak berizin. Pasalnya, hotel-hotel tersebut biasanya hanya sekadar indekos maupun penginapan yang disewakan dengan harga yang sangat murah.

“Keberadaan hotel buram ini tentu sangat merugikan karena mereka ini tidak membayar pajak ke pemerintah,” katanya.

Pihaknya pun menyayangkan belum adanya langkah kongkrit dari pemerintah daerah untuk menertibkan akomodasi ilegal tersebut. Padahal, tak jarang wisatawan sendiri yang menjadi korban dari adanya hotel-hotel tersebut.

“Kadang sudah pesan tapi fasilitas yang didapat tidak sesuai, jadi yang rugi juga wisatawan sendiri. Maka dari itu kami terus menyuarakan agar akomodasi ilegal di Bantul segera ditertibkan,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....