PHRI DIY: Konflik Timteng Belum Berdampak pada Okupansi Hotel

  • 09 Mar 2026 22:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memastikan, konflik di kawasan Timur Tengah, tidak berdampak pada okupansi hotel. Namun, Wakil Ketua PHRI DIY Muchtar Habibi mengakui, saat ini tingkat keterisian kamar hotel masih di bawah 30 persen.

”Kondisi ini bukan akibat perang di Timur Tengah, tapi permintaan perjalanan wisata sedang sepi,” ucapnya melalui sambungan telepon, Senin, 9 Maret 2026. ”Tetapi pasar kita mayoritas masih berasal dari wisatawan lokal.”

Hal senada juga disampaikan Ketua PHRI DIY Dedi Pranowo Eryono, yang melihat okupansi hotel tidak terlalu terdampak. Sebab, wisatawan DIY yang berasal dari Eropa maupun Timur Tengah jumlahnya juga tidak signifikan.

Ia justru menghimbau para pelaku pariwisata di wilayah DIY, untuk semakin gencar melakukan promosi dan menggaet wisatawan dari kawasan lain. Terutama dari negara-negara ASEAN, yang pasarnya relatif menjanjikan.

Namun ia berharap, konflik di Timur-Tengah tidak berlangsung lama. Sebab, dampaknnya bisa meluas secara global, dan jika Indonesia kena imbasnya, akan sangat merugikan sektor perekonomian terutama pariwisata.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan asing yang berkunjung ke wilayah DIY mayoritas berasal dari tiga negara. Yaitu Malaysia, Singapura dan Tiongkok.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menyebut wisatawan Malaysia menjadi yang paling banyak. Jumlahnya mencapai 3.279 kunjungan atau setara 48,28 persen dari total angka kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain itu BPS juga mencatat, sebanyak 4.800 wisatawan mancanegara dari ASEAN berkunjung ke DIY pada awal tahun 2026. Kemudian dari Asia 912 kunjungan dan Eropa 655 kunjungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....