Bakpao Gudeg Curi Perhatian di PBTY 2026, Padukan Kuliner Tionghoa dan Jogja
- 04 Mar 2026 12:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 resmi berakhir pada Selasa malam, 3 Maret 2026, setelah berlangsung selama tujuh hari. Sebanyak 172 stan kuliner ambil bagian dalam perhelatan tahunan ini, yang terdiri dari 142 stan kuliner halal dan 30 kuliner nonhalal.
Panitia menerapkan pemisahan zona kuliner secara ketat demi menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung. Di antara ratusan stan kuliner, bakpao gudeg menjadi salah satu menu yang menarik perhatian.
Produk ini diklaim sebagai bakpao gudeg pertama di Yogyakarta. Perpaduan kuliner khas Tionghoa dengan makanan tradisional Yogyakarta tersebut menghadirkan cita rasa unik yang memantik rasa penasaran pengunjung.
Salah satu staf Butter Hour yang memproduksi bakpao gudeg, Anggun, mengatakan ide bakpao gudeg berawal dari kecintaan sang pemilik terhadap gudeg. Awalnya, usaha bakery rumahan itu hanya menghadirkan varian bakpao umum seperti kacang hijau, cokelat, ayam, butterscotch, dan telur asin.
Namun, karena sang pemilik gemar menyantap gudeg, muncul gagasan untuk mencoba menghadirkan varian berbeda dengan memasukkan gudeg sebagai isian bakpao.
"Awalnya cuma coba-coba bikin bakpao yang beda dari yang lain. Akhirnya dibikinlah bakpao gudeg," ujar Anggun, Senin, 2 Maret 2026.
Untuk menjaga cita rasa autentik, isian gudeg yang digunakan berasal dari Gudeg Yu Djum Wijilan 167. Isian tersebut terdiri dari gudeg, ayam suwir berbumbu areh, serta krecek.
Pemilik memilih bekerja sama dengan penjual gudeg yang sudah dikenal luas. Selain karena rasanya terjamin enak, juga karena proses memasak gudeg membutuhkan waktu lama, sementara dapur Butter Hour masih berskala rumahan.
Staf Butter Hour lainnya, Bunga, mengatakan, varian bakpao gudeg mulai diperkenalkan sekitar satu tahun lalu, namun baru benar-benar di-launching sekitar tiga bulan terakhir.
Pada awalnya, isian bakpao lebih sederhana, hanya ayam dan telur. Seiring waktu, racikan terus disempurnakan hingga menghasilkan komposisi lengkap seperti saat ini.
"Kalau sekarang isinya komplet, ada krecek, gudeg, dan ayam areh," katanya.
Meski tergolong produk baru, antusiasme pembeli cukup tinggi, terutama setelah sempat trending di media sosial dan membuat banyak orang penasaran.
Selama PBTY 2026, penjualan bakpao gudeg menunjukkan tren positif. Pada dua hari pertama, penjualan berkisar 30 buah per hari. Namun memasuki hari ketiga dan seterusnya, penjualan menembus lebih dari 50 buah per hari. Bahkan, rekor penjualan mencapai sekitar 80 buah dalam sehari, khusus varian gudeg saja.
Selain gudeg, tersedia lima varian lain yakni ayam, telur asin, butterscotch, cokelat, dan kacang hijau. Untuk event PBTY, bakpao gudeg dibanderol Rp20.000 per potong, sementara varian lainnya Rp15.000. Kehadiran bakpao gudeg ini pun menambah warna baru dalam ragam kuliner yang tersaji di PBTY 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....