Audiensi dengan Bupati, Pengelola Pansela Usulkan Tarif Retribusi Baru
- 03 Mar 2026 21:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Sejumlah orang yang tergabung dalam pengelola wisata Pantai Selatan (Pansela) Bantul, menemui Bupati Bantul untuk mengusulkan tarif retribusi baru. Mereka meminta agar tiket terusan sebesar Rp15 ribu, diganti dengan membayar Rp5 ribu rupiah per pantai saja.
Ketua Desa Wisata Goa Cemara, Bayu Sujaka menyatakan, langkah ini dilakukan karena wisata Pansela khusunya di bagian barat, belum ada akses jalan tembusan ke tiap pantai. Sehingga, setelah memasuki pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), wisatawan akan langsung menuju destinasi masing-masing.
“Wisatawan yang mau ke Pantai Goa Cemara saja dan tidak mau ke pantai lainnya, tetap harus bayar Rp 15 ribu per orang. Toh, di setiap pantai juga sudah ada TPR-nya, sekalian saja dijadikan Rp5 ribu per pantai. Agar nanti kunjungan juga bisa semakin meningkat,” ucapnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain itu, pihaknya juga berharap ada pengembalian atau bagi hasil retribusi kepada masing-masing pengelola obyek wisata. Sehingga, pengelola dapat lebih fleksibel dalam menjalankan program pengembangan wisata di lokasinya masing-masing.
“Sejauh ini, kami pengelolaan secara mandiri terus. Ada beberapa bantuan dari dinas, pihak ketiga termasuk CSR. atau kerja sama dengan BUMN. Tapi terkait dengan pengembalian retribusi ke destinasi, kami masih menunggu,” ujarnya.
Bayu menambahkan, kedua usulan tersebut sudah disampaikan ke Bupati Bantul, dan mendapat tanggapan yang cukup bagus. Bahkan, ia menyebut akan ada wacana uji coba pada momen libur Lebaran nanti.
“Tanggapan dari Pak Bupati cukup bagus dan memang untuk melaksanakan perubahan tarif itu perlu pertimbangan dan musyawarah lebih lanjut. Kami memaklumi dan masih menunggu. Mungkin juga nanti Lebaran akan diuji coba dengan tarif Rp5 ribu, tapi kami belum bisa memastikan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai usulan tersebut sah-sah saja dan sudah biasa terjadi. Menurutnya, setiap pihak mempunyai pandangan yang berbeda, akan tetapi harus memiliki tujuan yang sama yakni memajukan pariwisata di Bumi Projotamansari.
“Golnya itu pariwisata yang lebih baik dan mensejahterahkan. Bagi saya tidak masalah. Mau tarifnya Rp15 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, atau Rp0 sekali pun. Asal tujuannya cetho (jelas),” ucapnya.
Halim menambahkan, pengembangan wisata pantai bukan lah hal yang mudah. Biaya yang dibutuhkan pun mahal karena menyangkut beberapa aspek seperti abrasi, potensi angin kencang, tumpukan sampah, serta masalah keamanan lainnya.
“Makanya cetho itu yakni wisatawan bertambah dan uang yang dibelanjakan meningkat karena retribusi dibebaskan. Namun, juga harus punya kemampuan untuk merawat dan memperbaiki pantai. Ya memang mahal mengelola pantai itu,” ujarnya.
Namun, Bupati menyebut jika aspirasi dari masyarakat dan pengelola wisata akan dianalisis dan dibahas lebih lanjut. Ke depan, diskusi mendalam dengan berbagai pihak akan dilakukan untuk mencari solusi yang terbaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....