Menelisik Masjid Tertua di Yogyakarta, Masjid Gedhe Mataram

  • 23 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masjid Gedhe Mataram yang berada di Kotagede dibangun sekitar abad ke-16. Ki Ageng Pemanahan mendapatkan tanah perdikan lalu mendirikan langgar sederhana yang kemudian terus dikembangkan hingga menjadi Masjid Gedhe Mataram seperti sekarang.

Masjid ini memiliki arsitektur khas Jawa dengan perpaduan Hindu, Buddha, dan Islam yang masih dijaga hingga saat ini. Bangunan masjid terdiri dari beberapa bagian utama yakni serambi, ruang utama, mimbar, dan area wudhu.

Masjid yang telah berdiri kokoh selama ratusan tahun ini mengalami beberapa renovasi. Takmir II Masjid Gedhe Mataram Herlin Susanto menjelaskan pada tahun 2002 diganti terdapat renovasi besar yang mengganti bagian atap masjid.

“Terakhir tahun 2002, penggantian atap ini. Atapnya kan dulu masih dalam bentuk genteng tanah liat, ini kan sudah diganti logam. Sudah mengkhawatirkan kalau dengan menggunakan genteng yang lama,” ucap Herlin.

Ruang utama tempat ibadah memakai konstruksi gandul yang jarang dipakai di Indonesia sehingga pilar dan atap bagian tengah tampak seperti terpisah. “Jadi agak unik kan, nggak nyambung, berbeda dengan arsitektur yang baru. Di Indonesia itu hanya ada dua model arsitektur gandul,” kata Herlin.

Di ruang ibadah terdapat mimbar dua mimbar. Salah satunya adalah mimbar kayu ukir hadiah dari Sultan Palembang yang hingga kini masih dapat digunakan untuk khotbah.

Selain itu di Masjid Gedhe Mataram terdapat tradisi turun temurun yang masih dilakukan hingga saat ini, yakni tradisi Tidur. “Misalnya besok mau puasa, kemarin itu sebelum ashar, beduknya ditabuh. Lebaran besok, nanti jam setengah tiga sebelum ashar itu Tidur jadi penanda,” ucap Herlin. (Aryasena)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....