Daop 6 Sebut Ratusan Ribu Tiket Angkutan Lebaran Masih Tersedia
- 19 Feb 2026 15:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 191.828 tiket dari lebaran sudah ludes terjual. Angka ini setara dengan 37 persen kapasitas tiket angkutan lebaran dari total seluruhnya adalah 517.380 tiket. Dengan demikian, masih ada 325.524 tiket yang dapat dipesan oleh calon pemudik.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mencatat tanggal 24 Maret 2026 menjadi tanggal keberangkatan favorit para pemudik. Dibuktikan dengan jumlah pemesanan tertinggi yang terjadi pada tanggal tersebut yang mencapai 18.684 tiket. Sementara untuk tanggal favorit pra lebaran atau arus mudik akan terlihat terjadi peningkatan pada Rabu, 18 Maret 2026.
“Masyarakat yang belum merencanakan perjalanan mudik dan balik lebaran untuk segera dapat melakukan pemesanan tiket. Masih tersedia tiket di tanggal-tanggal dan relasi tertentu yang dapat dicek ketersediaannya di aplikasi Access by KAI, website kai.id, dan mitra pembelian tiket resmi kerja sama lainnya,” kata Feni, Kamis, 19 Februari 2026.
Feni menambahkan ada beberapa kereta api yang menjadi favorit pemudik. Diantaranya adalah KA Sri Tanjung relasi Stasiun Lempuyangan - Stasiun Ketapang, KA Bengawan relasi Stasiun Purwosari – Stasiun Pasar Senen, KA Joglosemarkerto Relasi Lingkar Solo-Yogya-Purwokerto-SemarangTawang-Solo, dan KA Joglosemarkerto Relasi Lingkar Solo-SemarangTawang-Purwokerto-Yogya-Solo. Ada pula KA Taksaka relasi Stasiun Yogyakarta- Stasiun Gambir serta KA Lodaya relasi Solo Balapan – Bandung.
Untuk mengakomodir tingginya antusiasme masyarakat yang akan berlibur dalam masa Angkutan Lebaran 2026 ini, Feni menyeut pihaknya telah menyiapkan 10 KA Jarak Jauh Komersial yang tiketnya juga telah dapat dipesan sejak 11 Februari 2026 lalu. Rata-rata okupansi KA Tambahan di angka 20-40 persen. Dengan demikian, masih tersedia juga tiket KA Tambahan yang bisa dipesan masyarakat.
“KAI Daop 6 juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui pihak tidak resmi yang menawarkan jasa tambahan dengan biaya tidak wajar, guna menghindari potensi penipuan dan kerugian,” ucap Feni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....