Tersembunyi Ditengah Pemukiman Kotagede, Ini Keunikan Omah UGM
- 31 Jan 2026 23:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Omah UGM, sebuah rumah tradisional dengan arsitektur Jawa yang kini dikelola Universitas Gadjah Mada (UGM), berdiri di tengah pemukiman Kotagede. Bangunan ini terbuka untuk kunjungan publik sekaligus menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa UGM
Muharjo, pengurus Omah UGM, menjelaskan jika dulu rumah ini dimiliki oleh sepasang suami istri. “Pak Parto Darsono dan Bu Parto Darsono, ibunya pengusaha batik dan bapaknya pengrajin perak. Tapi dua-duanya sudah meninggal terus ini dikasih keponakannya, kebetulan dosen UGM” ujarnya
Pihak UGM mengakuisisi rumah dan tanah seluas sekitar 900 meter persegi pada 2007 dibeli dengan harga yang disebut berkisar Rp.250 juta setelah bangunan itu mengalami kerusakan akibat gempa besar yang melanda Yogyakarta pada 2006
Pasca revitalisasi, Omah UGM masih mempertahankan pola rumah Jawa klasik. Area pendopo yang menyambut kedatangan pengunjung, ruang tengah yang difungsikan untuk meditasi, ruang kanan yang difungsikan sebagai ruang pusaka, serta ruang kiri yang dipakai sebagai kamar tidur tradisional
Bagian tengah rumah diisi berbagai perabotan lawas, foto pemilik asli rumah, serta sejumlah barang pernak-pernik jadul. Pengunjung kerap menggunakan barang-barang tersebut sebagai latar berfoto karena masih mempertahankan suasana rumah tradisional Jawa tempo dulu. Sementara itu, di bagian kiri rumah terdapat dipan dan kasur tradisional yang dahulu digunakan sebagai tempat tidur pemilik rumah.
Ada yang istimewa dari bagian kanan ruang, yakni ruang pusaka. Ruangan ini tertutup dan tidak dibuka untuk umum seperti ruang lainnya. Di dalam ruang pusaka tersebut tersimpan tiga tombak yang disusun berdiri berjajar, dan pengelola secara tegas melarang pengunjung untuk mengambil foto demi menjaga kesakralannya.
Omah UGM juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan, mulai dari aktivitas masyarakat sekitar, pemotretan buku tahunan sekolah, hingga sesi foto prewedding. Pengunjung yang hendak datang disarankan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki karena akses menuju lokasi berupa gang sempit yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Untuk menjaga kebersihan dan perawatan kawasan, pengelola mengenakan tarif sebesar Rp15.000 sebagai uang kebersihan. (aryasena)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....