Museum Gunungapi Merapi Hadrikan Wisata Edukasi Vulkanologi

  • 31 Jan 2026 17:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Museum gunungapi merapi menjadi destinasi wisata edukasi mengenai aspek kegunungapian dan kebencanaan geologi lainya yang bersifat edukatif. Terletak di Dusun Banteng, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY dengan luas area 3,5 hektar yang akan mengajak pengunjung mengenal dasyatnya letusan gunung merapi.

Museum ini dulunya dibangun pada tahun 2005 yang bekerjasama dengan kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi DIY serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Lalu pada tanggal 1 Oktober 2009 museum ini diresmikan dan baru dilakukan soft opening pada 1 Januari 2010.

Edukator Museum Gunungapi Merapi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa koleksi museum ini terbagi menjadi koleksi utama dan koleksi pendukung. Adapun koleksi utama berasal dari dampak erupsi gunung merapi pada tahun 2006 dan 2010, termasuk batuan vulkanik dan material erupsi.

“untuk mendukung proses belajar, di museum ini juga dilengkapi dengan koleksi pendukung seperti poster edukasi, maket gunung merapi, serta alat peraga gempa dan tsunami. Sarana tersebut dirancang agar pengunjung lebih mudah memahami konsep kebencanaan secara visual dan interaktif,” katanya.

Di ruang koleksi erupsi merapi 2010 terdapat rentetan dasyatnya erupsi yang mengakibatkan hancurnya permukiman warga, salah satunya adalah rumah milik Tugiman. Di ruang tersebut terdapat replika kondisi dapur, kendaraan milik pak tugiman, poster mengenai duka merapi serta tulisan yang ditulis oleh Tugiman sebagai korban erupsi merapi tahun 2010.

Sementara itu, area lantai 1 terdapat filosofi mengenai kegunungapian dan alat peraga kegempaan serta tempat pengumpulan dan pengarsipan benda bernilai yang berkaitan dengan gunung merapi dan ruang koleksi erupsi merapi 2010. Dan di lantai 2 terdapat display letusan gunung merapi, alat peraga tsunami, serta ruang pemutaran film tentang kegunungapian.

“Untuk fasilitas yang ada di museum ini meliputi kursi roda, toilet dalam dan luar museum, mushola. Museum ini juga memiliki unit Kesehatan sederhana yang difungsikan sebagai layanan pertolongan pertama atau P3K,”katanya.

Menurut Dwi, Tujuan utama kunjungan wisatawan ke museum gunungapi merapi adalah rekreasi sekaligus sebagai sarana pembelajaran kebencanaan. Selain itu, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah merapi, dampak erupsi, serta manfaat gunung api bagi kehidupan masyarakt.

Adapun tiket masuk untuk menikmati museum ini mulai harga Rp5.000 untuk wisatawan domestik, untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp10.000. museum gunungapi merapi ini buka di hari selasa sampai minggu mulai pukul 08.00 – 15.30 WIB namun untuk hari jum’at museum ini tutup lebih awal pada pukul 08.00 – 14.30 WIB. (Victorio Firsta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....