Museum Mini Sisa Hartaku Hadirkan Wisata Edukasi Merapi

  • 26 Jan 2026 20:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Museum Mini Sisa Hartaku kini menjadi destinasi wisata edukasi yang memajang puing-puing sisa erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Objek wisata yang terletak di Dusun Petung ini berdiri atas inisiatif Sriyanto guna merawat barang-barang berharga milik keluarganya.

Sriyanto awalnya hanya ingin membersihkan puing rumah yang porak-poranda dan mengumpulkan benda-benda rumah tangga sebagai kenang-kenangan keluarga. Ia tidak menyangka bahwa tatanan barang-barang rusak tersebut justru menarik perhatian pengunjung yang sedang mengikuti Tur Jip Merapi.

"Tujuan awal ya cuma untuk kenang-kenangan keluarga, biar bekas rumah ini tidak terkesan horor," ujar Sriyanto selaku pengelola saat menceritakan latar belakang museum tersebut. Ia menambahkan bahwa koleksi yang dipajang saat ini sekitar 70 persen merupakan harta benda dari dua kepala keluarga.

Keunikan museum ini terlihat pada pintu masuk yang menampilkan dua kerangka sapi utuh milik keluarga pengelola yang mati terkena awan panas. Sriyanto memilih merangkai tulang sapi tersebut secara manual setelah bangkainya membusuk secara alami pasca bencana erupsi yang dahsyat.

"Saya merasa aset ini punya nilai edukasi dan pembelajaran yang sangat bernilai tentang peristiwa mahadahsyat Merapi," ucap Sriyanto saat menjelaskan visinya. Ia berharap dinas terkait dapat memberikan dukungan lebih terhadap perawatan koleksi agar bukti sejarah ini tidak hilang dimakan waktu.

Saat ini pengelolaan museum masih mengandalkan pendapatan dari sektor parkir untuk membiayai perawatan koleksi dan pengelolaan limbah di lokasi. Tantangan terbesar yang dihadapi pengelola adalah pengadaan etalase pengaman guna menjaga keutuhan benda-benda bersejarah agar tetap bisa dinikmati pengunjung.

Sriyanto menaruh harapan besar agar pemerintah daerah melalui dinas terkait ikut memberikan bimbingan serta bantuan nyata bagi keberlangsungan museum ini. Ia ingin agar nilai-nilai pendidikan dari peristiwa bencana Merapi tetap bisa dipelajari oleh generasi mendatang melalui sisa-sisa harta yang terselamatkan.

Wisatawan yang tertarik berkunjung dapat datang setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Kehadiran museum ini terbukti memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas pariwisata yang terus berkembang pesat. (Gigan Valentino)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....