Warung Ndeso Bertahan Pandemi, Kini Semakin Ramai Pengunjung
- 07 Jan 2026 20:40 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Warung Ndeso milik Widi, 40 tahun, menjadi salah satu bukti usaha kuliner kecil yang mampu bertahan di tengah pandemi. Berdiri pada 2020, saat pembatasan sosial masih ketat dan aktivitas warga terbatas, warung sederhana ini kini justru berkembang dan telah memasuki usia hampir lima tahun. Berawal dari kondisi sepi dan pembeli yang bisa dihitung dengan jari, Widi memilih tetap bertahan dengan keyakinan dan kesabaran membangun kepercayaan pelanggan.
Di awal usaha, menu andalan Warung Ndeso adalah nasi berkat, makanan tradisional yang dibungkus daun jati. Seiring waktu, Widi menambah variasi menu seperti nasi rames dengan beragam lauk pauk rumahan. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp6.000 hingga Rp20.000, bergantung pilihan lauk. “Alhamdulillah sekarang menutup kebutuhan dan ramai setiap hari,” katanya.
Mayoritas pembeli berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja kantoran, dan pelajar di sekitar lokasi warung. Jam paling ramai terjadi sejak pagi hingga siang hari, bertepatan dengan waktu sarapan dan makan siang. Dengan area stan sekitar satu setengah meter, aktivitas memasak dan melayani dilakukan langsung oleh Widi. “Kompor hampir tidak pernah mati dari pagi, saya masak sendiri,” ujarnya.

Menu yang disajikan pun beragam; sedikitnya ada sembilan jenis sayur yang bergantian setiap hari untuk menghindari kejenuhan pelanggan. Ciri khas lain Warung Ndeso adalah penggunaan daun jati pada nasi berkat yang dipercaya memberi aroma dan rasa khas. Selain menjual langsung di warung, Widi juga menerima pesanan nasi kotak untuk arisan, rapat, hingga berbagai acara keluarga dan instansi.
Perubahan besar terjadi ketika Widi mulai memanfaatkan media social. Promosi melalui TikTok dan grup WhatsApp membuat warungnya dikenal luas. Kontennya beberapa kali masuk linimasa populer dan berujung pada pesanan yang meningkat. Banyak pelanggan datang setelah melihat unggahan tersebut atau mendapat rekomendasi dari mulut ke mulut. Ia mengaku, semenjak aktif membuat konten, jumlah pelanggan terus bertambah.
Di tengah kesibukan, Widi tetap mengutamakan keluarga. Ia menyiapkan satu hari libur dalam sepekan untuk kebersamaan dengan suami dan dua anaknya. Sang suami ikut membantu, sembari memiliki usaha sendiri. Dukungan keluarga menjadi dorongan utama bagi Widi untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk rencana menambah karyawan jika pengunjung semakin ramai.
Kini Warung Ndeso buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 14.00, dan nyaris selalu habis sebelum sore. Meski kerap diminta memasak ulang saat stok habis, Widi memilih menutup penjualan ketika persediaan selesai demi menjaga kualitas. Ia berharap usahanya semakin maju dan bermanfaat bagi banyak orang. “Yang penting makanan terjangkau, enak, dan pelanggan puas,” ucapnya. (han/aan/rini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....