Jejak Habibie Ainun Hadirkan Romansa di Studio Alam Gamplong
- 01 Jan 2026 21:31 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Wahana Habibie Ainun menghadirkan set kota dengan nuansa romantis yang identik dengan kisah tokoh nasional tersebut. Area ini digunakan untuk pengambilan gambar film Habibie & Ainun 3 dan kini dibuka bagi wisatawan. Bangunan bergaya klasik tertata rapi membentuk lorong kota yang fotogenik.
Pengunjung dapat berjalan di antara deretan toko dan rumah yang dirancang menyerupai suasana masa lalu. Detail properti seperti papan nama, jendela kayu, dan lampu jalan menambah kehangatan visual. Tak jarang pasangan muda memilih lokasi ini untuk berfoto prewedding.
Menurut Novi petugas di Studio Alam Gamplong, wahana ini tetap terawat meski telah selesai digunakan untuk produksi. “Set ini memang pernah dipakai untuk Habibie Ainun yang ketiga, sekarang dibuka untuk umum,” ujarnya. Pengelola rutin melakukan pengecatan ulang sesuai kebutuhan.
Selain menghadirkan romansa film, wahana ini juga menjadi media edukasi sejarah tokoh bangsa. Pengunjung diingatkan kembali pada kisah inspiratif Habibie dan Ainun melalui visual set yang kuat. Kehadiran pemandu membantu menjelaskan latar belakang film dan proses pembuatannya.
Suasana yang tenang menjadikan area ini cocok bagi keluarga. Anak-anak dapat bermain dengan aman, sementara orang tua menikmati suasana nostalgia. Tidak sedikit wisatawan luar daerah menyempatkan datang karena penasaran melihat langsung lokasi syutingnya.
Durasi kunjungan di wahana ini umumnya lebih lama dibanding wahana lain karena banyak sudut foto. Pengunjung bisa berpindah dari satu titik ke titik lain tanpa harus menempuh jarak jauh. “Tempatnya luas, tapi tertata sehingga tidak melelahkan,” katanya.
Dengan tiket Rp10.000 per wahana, pengunjung dinilai mendapat pengalaman yang sepadan. Paket terusan pun tersedia bagi yang ingin menjelajahi seluruh set di kawasan studio. Wahana Habibie Ainun pun memperkaya citra Gamplong sebagai kampus alam perfilman.
Tak hanya itu saja, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY juga mengapresiasi eksistensi Studio Alam Gamplong. Menurut Kakanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto keberadaan studio alam tersebut menyimpan potensi pemanfaatan kekayaan intelektual yang tinggi. Hal itu harus didorong demi kemajuan dunia perfilman di Indonesia. (kat/aan/ros)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....