Street Kopi, Tren Nongkrong yang Semakin Viral di Yogyakarta

  • 05 Agt 2025 15:39 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Di tengah ramainya kedai kopi modern dengan desain estetik, muncul fenomena baru yang menarik perhatian anak muda Yogyakarta: street kopi. Berbeda dari konsep kafe konvensional, street kopi hadir dengan konsep sederhana, terbuka, dan langsung menawarkan pengalaman nongkrong yang lebih dekat dengan nuansa jalan raya dan kehidupan masyarakat.

Street kopi biasanya beroperasi di trotoar, pinggir jalan, atau sudut-sudut gang kecil yang ramai dilewati pejalan kaki. Dengan meja kecil, kursi lipat, dan lampu gantung minimalis, tempat ini menyajikan kopi berkualitas dengan harga terjangkau.

Tak jarang, pengunjung bisa langsung menyaksikan barista meracik kopi secara langsung dari gerobak atau counter mini yang dipasang di tepi jalan.

Fenomena ini mulai menjamur di kawasan-kawasan populer seperti Jalan Prawirotaman, Kotabaru, dll. Keberadaan street kopi tidak hanya menawarkan minuman, tetapi juga menjadi ruang sosial baru yang lebih santai dan inklusif bagi anak muda.

Salah satu pengunjung setia, Hanif (21), mahasiswa mengaku mulai menjadikan street kopi sebagai tempat favorit untuk belajar, ngobrol dengan teman, atau sekadar melepas penat.

“Saya melihat adanya street kopi terutama di daerah-daerah Yogyakarta yang mulai berdiri, ini merupakan hal yang baru untuk saya atau anak-anak muda yang bosan nongkrong di cafe. Di sini sih bagusnya kita bisa melihat arus jalan langsung ya, dan memang itu spot utama yang ditawarkan. Rasanya lebih hidup dan ada suasana kota yang nggak bisa didapat kalau cuma duduk di dalam ruangan ber-AC,” ujar Hanif kepada RRI, Senin (4/8/2025) kemarin.

Bagi Hanif dan banyak anak muda lainnya, street kopi bukan sekadar tempat minum kopi, tapi juga ruang ekspresi dan interaksi. Pelaku usaha di balik street kopi umumnya adalah anak muda yang ingin tampil beda dari bisnis kopi modern.

Modal yang relatif terjangkau dan fleksibilitas lokasi membuat konsep ini menarik sebagai usaha rintisan. Selain itu, mereka menekankan pentingnya kualitas kopi lokal dan keterlibatan langsung dengan komunitas. (titik/satria/atang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....