Seni Tradisi Dinamis Berkembang Lewat Inovasi Kolaborasi Digital

  • 10 Feb 2026 10:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seni tradisi seringkali dianggap kaku dan tertinggal zaman. padahal seni tradisi sebenarnya memiliki sifat yang dinamis dan berkembang. menurut  Drs. KRT Stefanus Prigel Siswanto atau lebih dikenal Dalijo Angkring mewakili PASRI DIY, dalam dialog pendopo  PRO 4 RRI Yogyakarta, kuncinya pada konsep perkembangan yang terjadi secara alami dan pengembangan yang dilakukan secara sadar oleh manusia. 

Dalijo mengibaratkan seni tradisi seperti pohon beringin. Secara alami, pohon tersebut akan tumbuh besar berkembang. Namun, melalui tangan manusia dapat dilakukan pengembangan, pohon tersebut bisa menjadi bentuk lain yang indah. Meski bentuknya berubah mengikuti selera zaman, identitasnya tetaplah pohon beringin. 

"Dalam melakukan pengembangan seni tradisi harus dilakukan secara sistematis dan terencana serta tidak boleh anti terhadap kemajuan zaman dan teknologi digital,"ujar Dalijo.

Sementara, Iduk Sugianto anggota PASRI DIY lainnya sekaligus pelaku seni tradisi dari Gunung Kidul mengatakan,  di era globalisasi ini, seni tradisi harus dikemas sedemikian rupa agar tidak membosankan bagi generasi muda. "Sangat  diperlukan kolaborasi dengan unsur yang lain,  agar  penampilan lebih variatif," ujar Iduk. Selain itu diperlukan juga untuk menggandeng stakeholder dan dinas terkait agar bisa menghidupkan Kembali  seni tradisi di lingkungan masyarakat yang mulai redup.

Baik Dalijo maupun iduk mengatakan seni tradisi tidak boleh anti perubahan. Pengembangan seni ke depan diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas penyajian agar masyarakat semakin antusias dan merasa memiliki warisan budaya tersebut. Dengan tetap berpijak pada akar budaya, pengembangan seni yang kreatif justru akan memperpanjang napas tradisi itu sendiri di masa depan.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....