Penyakit Ayam untuk Ternak Skala Rumahan
- 04 Feb 2026 08:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memelihara ayam dalam skala rumah tangga kini menjadi tren di masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Namun, para peternak pemula diingatkan untuk mewaspadai risiko penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen hingga kematian ternak.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Dr. drh. Bambang Sutresno M.P., dalam siaran Mbangundesa di Pro 4 RRI Yogyakarta Senin 2 Februari 2026, menjelaskan bahwa secara garis besar terdapat empat kelompok penyakit yang sering menyerang unggas, yaitu parasit, virus, bakteri, dan jamur. Penyakit parasit meliputi cacingan, koksidia, hingga kutu. Sementara itu, penyakit virus dianggap paling mematikan karena sifatnya yang terus berkembang.
"Ada penyakit virus seperti Tetelo (ND), Avian Influenza (AI) yang mematikan, hingga Gumboro yang menyerang sistem kekebalan pada ayam umur satu hingga satu setengah bulan," ujar Dr. Bambang
Beliau juga menambahkan adanya penyakit ILT yang menyerang pernapasan atas hingga menyebabkan pendarahan pada tenggorokan ayam.
Selain virus, faktor kebersihan lingkungan menjadi pemicu utama munculnya bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella. Bakteri-bakteri ini umumnya ditularkan melalui air permukaan atau lingkungan yang tidak bersih. Penyakit jamur juga patut diwaspadai karena beberapa jenis, seperti Aspergillus fumigatus, bersifat zoonosis atau dapat menular kepada manusia.
Untuk menekan risiko tersebut, peternak disarankan menjaga sanitasi kandang dengan memastikan pencahayaan yang cukup dan sirkulasi udara yang baik. Dr. Bambang juga menyoroti manajemen pakan dan air minum. Ia melarang pemberian pakan busuk yang mengandung toksin jamur karena dapat menurunkan kekebalan tubuh ayam.
"Harusnya kalau memberi air minum diambilkan dari air sumur karena risikonya lebih kecil. Jangan sampai ayam minum di peceren atau aliran air permukaan karena kontaminasinya tinggi sekali," katanya.
Terkait pemberian pakan tambahan seperti bekicot, ia menyarankan agar dimasak terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan enzim elastase yang dapat merusak pencernaan ayam serta memutus rantai penularan penyakit dari bekicot ke unggas.
Sebagai langkah pencegahan dini, vaksinasi menjadi kunci utama, terutama untuk penyakit Tetelo, AI, dan Gumboro. Dr. Bambang juga mengingatkan agar anak ayam yang baru menetas diberikan pemanas selama kurang lebih satu bulan hingga bulunya tumbuh sempurna agar mampu beradaptasi dengan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....