Waspada Scabies pada Kucing dan Cara Penanganannya

  • 03 Feb 2026 10:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penyakit kulit masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan hewan peliharaan, terutama kucing. Di antara berbagai jenis gangguan kulit, scabies atau kudis menjadi salah satu yang paling sering dikeluhkan karena sifatnya yang sangat menular, bahkan dapat menular ke manusia (zoonosis).

Hal tersebut dikemukakan oleh Dokter Hewan Agung Budi Pramono, M.Sc., dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rumah Sakit Hewan Profesor Soeparwi. Menurut Agung, scabies disebabkan oleh tungau parasit yang hidup di kulit hewan. Parasit ini berkembang pesat pada lingkungan yang lembap, kotor, minim sinar matahari, serta memiliki sirkulasi udara yang buruk. Akibatnya, kucing yang terinfeksi akan mengalami rasa gatal hebat, kerontokan bulu, penebalan kulit, hingga penurunan nafsu makan.

"Penyakit ini menciri sekali. Biasanya menyerang bagian telinga, kepala, hidung, ujung jari, hingga ekor. Kucing akan terus menggaruk hingga menyebabkan luka peradangan," ujar drh. Agung.

Ia menjelaskan, penularan scabies dapat terjadi melalui kontak langsung antarkucing, maupun antara kucing dengan hewan lain seperti anjing. Dalam satu lingkungan, risiko penularan sangat tinggi, terutama bila daya tahan tubuh hewan menurun. Agung menambahkan, scabies dapat menyerang kucing dari segala usia, baik anak kucing maupun kucing dewasa, tanpa memandang ras atau jenis kelamin. Jika tidak segera ditangani, infeksi berat bahkan dapat berujung pada kematian akibat rusaknya jaringan kulit dan gangguan asupan nutrisi.

 

Untuk penanganan awal, pemilik kucing disarankan memisahkan hewan yang terinfeksi dari hewan lain, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan kucing tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. “Nafsu makan harus dijaga. Bisa dengan makanan beraroma kuat seperti ikan rebus atau wet food, ditambah vitamin pendukung,” ujar drh. Agung Senin 2 Februari 2026 kepada RRI.

 

Drh. Agung menegaskan, pengobatan scabies tidak cukup dilakukan satu kali, melainkan harus melalui terapi rutin sesuai jadwal yang ditetapkan dokter hewan. Selain itu, edukasi kepada pemilik menjadi kunci agar penyakit tidak kambuh kembali. Terkait pencegahan, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini vaksin untuk scabies belum tersedia. Vaksinasi pada hewan kesayangan umumnya ditujukan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, kualitas pakan, serta kondisi kandang menjadi langkah utama pencegahan penyakit kulit akibat parasit.

“Parasit akan mudah muncul ketika daya tahan tubuh hewan turun. Jadi perawatan, nutrisi, dan kebersihan lingkungan adalah kunci utama,” kata drh. Agung.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah sifat scabies yang zoonosis. Artinya, tungau yang ada pada kucing dapat berpindah ke manusia melalui kontak fisik secara langsung.

"Risikonya pada manusia adalah gatal-gatal yang sangat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, kami selalu mengedukasi pemilik agar tidak memasukkan kucing yang terinfeksi ke dalam rumah atau memisahkan areanya terlebih dahulu," katanya.

Penularan antar hewan dapat terjadi sangat cepat melalui persinggungan fisik. Tidak hanya antar-kucing, scabies  juga bisa menular silang ke hewan lain seperti anjing. Dokter Agung menjelaskan bahwa faktor lingkungan memegang peran kunci. Lingkungan yang lembap, kurang sinar matahari, dan sirkulasi udara yang buruk menjadi tempat tumbuh subur bagi tungau.

Bagi masyarakat yang menemukan kucingnya bergejala gatal hebat dan muncul keropeng, drh. Agung menyarankan untuk segera memberikan asupan vitamin dan nutrisi sebagai pertolongan pertama guna menjaga imun.

"Setelah itu, segera bawa ke Rumah Sakit Hewan atau Puskeswan. Jika nutrisinya tercukupi dan pengobatannya rutin, bulu kucing yang rontok akibat keropeng akan tumbuh kembali dengan baik," ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk mencegah scabies karena penyebabnya adalah parasit, bukan virus. Maka, kunci utama perlindungan hewan kesayangan adalah menjaga kebersihan sanitasi dan kualitas pakan setiap hari.

 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....