Darurat Sampah Yogyakarta Butuh Solusi Ekstrem, BukanSekadar Imbauan
- 26 Jan 2026 16:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sampah memang menjadi permasalahan yang harus diselesaikan, karena sampah selalu bertambah setiap hari. Jika tidak terselesaikan sampah tentunya menganggu lingkungan.
Direktur LSM Lestari, Agus Hartana, menekankan bahwa kondisi sungai di Yogyakarta saat ini merupakan cerminan dari kegagalan tata kelola lingkungan yang bersifat struktural. Dalam diskusi di siaran Kawruh RRI Pro 4 Jumat 23 Januari 2026.
Agus mengatakan bahwa sampah ini menyoroti ironi besar di mana sungai yang secara historis merupakan pusat peradaban, kini justru terancam hancur akibat tumpukan limbah dan sampah.
Ia menilai langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah selama ini terlalu normatif dan tidak berani menyentuh akar permasalahan di tingkat industri. Selain itu masyarakat sering kali dijadikan tumpuan kesalahan, padahal mereka adalah korban dari sistem produksi yang tidak memberikan pilihan kemasan ramah lingkungan.
Agus menuturkan sebaiknya pemerintah untuk menggunakan kewenangannya secara tegas dalam mengontrol sumber sampah awal di level produsen agar beban di hilir tidak terus membludak.
Menurutnya situasi saat ini adalah darurat sampah yang sudah berlangsung selama tiga tahun, namun tidak kunjung selesai. Karena cara menyelesaikannya hanya dengan cara-cara yang biasa.
"Semestinya dalam kondisi darurat, langkah solusinya juga harus langkah yang ekstrem dan berani. Kita harus mampu mengontrol sumber sampah awal di tingkat industri, karena masyarakat itu sebenarnya korban, mereka beli tempe sekarang plastikan, mau beli yang bungkus daun sudah susah. Jadi, pemerintah harus tegas melakukan intervensi di sana,"katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Agus menawarkan model kolaborasi strategis yang menghubungkan pelestarian ekologi dengan keuntungan ekonomi.
Agus mencontohkan pengelolaan di Bendung Lepen, di mana sungai yang bersih terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui sektor wisata, sehingga masyarakat memiliki motivasi kuat untuk menjaga sungai dari pencemaran secara mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....