PBTY XXI Hadirkan Kesejukan di Tengah Keberagaman

  • 21 Jan 2026 11:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Agenda wisata tahunan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XXI tahun 2026 akan segera digelar. Tentu menjadi angin segar bagi pecinta budaya Tionghoa dan pecinta kuliner.

Digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PBTY 2026 tidak hanya memperingati Imlek semata, tetapi sebagai ruang kebersamaan lintas budaya. Hal tersebut terungkap dalam perbincangan dengan Ketua Pelaksana PBTY XXI tahun 2026, Ernest Lianggar Kurniawan Senin, 19 Januari 2026 di studio Pro 1 RRI Yogyakarta.

”PBTY tahun ini mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di kawasan Kampung Ketandan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Panitia sudah merancang konsep agar kemeriahan PBTY juga bisa dinikmati saudara kita umat muslim, misalnya menyediakan takjil buka puasa gratis, ngabuburit dengan ragam pertunjukan di panggung utama, kuliner khas Ramadan, dan lainnya,” ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Subekti Saputro Wijaya, Wakil Ketua Pelaksana PBTY XXI tahun 2026 terkait tema PBTY “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa".

"Tema tersebut diangkat sejalan dengan Yogyakarta yang dikenal sebagai city of tolerance, sekaligus menegaskan komitmen PBTY sebagai ruang perjumpaan budaya yang inklusif,” ucapnya, “Konsepnya memadukan tradisi, toleransi, dan semangat kebersamaan, diharapkan mampu menjadi ikon perayaan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta”.

Di tengah perbincangan yang seru, santai, namun menginspirasi dalam acara Ngobrol Komunitas RRI tersebut, Bekti menginformasikan lokasi panggung utama PBTY. "Ada perubahan lokasi panggung budaya yang direncanakan berada di sekitar Jalan Suryatmajan. Pengunjung tidak perlu khawatir mencari lokasi panggung, panitia dan volunteer siap menunjukkan lokasi acara. Seperti tahun sebelumnya, ada Radio PBTY yang menginformasi acara harian, kuliner, kirim salam, dan lainnya,” ujar dia.

Beberapa penelpon antusias bertanya untuk menjadi pengisi acara PBTY, salah satunya dari komunitas pemusik ukulele. “Tentu para talent ini kami seleksi lebih dulu agar performa yang ditampilkan bagus. Performa budaya menjadi bagian penting dalam PBTY,” kata Bekti, menambahkan.

Bagaimana dengan pertunjukan barongsai yang dinanti masyarakat saat Imlek? Ernest yang merupakan pemain dan pelatih barongsai mengungkapkan mereka berlatih untuk menampilkan yang terbaik.

”Setiap hari selama seminggu penuh performa barongsai dari berbagai kota akan tampil. Panitia sudah menyeleksi ketat grup barongsai yang sudah mendaftar dari berbagai kota. Harapan kami akan memberikan tampilan yang memukau lewat tarian barongsai atau kostumnya yang indah,” ucap dia.

Mengakhiri perbincangan dengan Dina Febrina, kedua narasumber berharap dukungan dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyambut PBTY yang diinisiasi Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) kali ini.

“Warga Yogyakarta silahkan hadir dan nikmati PBTY XXI tiketnya gratis, takjil berbuka puasa juga free hanya kulinernya yang membayar. Panitia juga berupaya mengkondisikan kantong-kantong parkir seputar lokasi,” kata Ernest.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....