Takdir dalam Islam, Antara Ketentuan dan Ikhtiar
- 01 Nov 2025 06:45 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Dalam Islam, takdir (qadar) adalah ketetapan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Setiap peristiwa, baik kecil maupun besar, telah tercatat dalam Lauh Mahfuz, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).”(QS. Al-Qamar: 49).
Hal ini diungkapkan Ustaz Hamzah Maulana S.sos dalam Mutiara Pagi Pro1 RRI Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025) pagi, yang dipandu penyiar Hanafi.
Dijelaskan UstazHamzah keyakinan kepada takdir bukan berarti manusia hanya pasrah. Islam mengajarkan keseimbangan antara iman kepada ketentuan Allah dan usaha yang sungguh-sungguh. Rasulullah bersabda:
“Beramallah kalian, karena masing-masing akan dimudahkan menuju apa yang telah ditetapkan baginya.”(HR. Muslim).
Ustad Hamzah menjelaskan bahwa, para ulama membagi takdir menjadi dua bentuk utama:
1. Takdir Mubram — ketetapan pasti dan tidak dapat diubah, seperti kematian atau datangnya kiamat.
2. Takdir Mu‘allaq — ketetapan yang bergantung pada usaha dan doa, seperti rezeki, keberhasilan, atau keselamatan.
Diungkapkan ustad Hamzah, Hikmah Beriman pada takdir mengajarkan kita untuk:
Berusaha sebaik mungkin, karena doa dan ikhtiar dapat mengubah keadaan.
Bersabar dan ridha, karena segala yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang penuh hikmah.
Bersyukur dalam nikmat dan tabah dalam ujian, sebab Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Sementara itu menanggapi pertanyaan dari Zaskia di Alun-alun Kidul Yogyakarta, yang menanyakan terkait Takdir apakah manusia bisa merubahnya.
Dijawab Ustad, bahwa Takdir bisa dirubah dengan ikhtiar dan berusaha sehingga mendapat yg terbaik sesuai dengan yg kita inginkan. Kita jangan berputus asa namun terus berikhtiar dan terus lakukan shodaqoh. Dengan merubah takdir yang Mu'allaq, setiap manusia bisa merubah takdirnya dengan kewajiban berdoa, ikhtiar dan mengerjakan amal sholeh.
"Takdir bukan alasan untuk berhenti berjuang, melainkan panggilan untuk tetap berusaha sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Usaha adalah kewajiban, hasil adalah ketentuan-Nya," kata Ustad Hamzah Maulana mengakhiri.
Acara Mutiara Pagi Pro1 RRI Yogyakarta dapat anda ikuti secara live di FM 91,1 MHz setiap hari Senin hingga Minggu jam 05.15-06.00 wib dan anda dapat berinteraksi melalui line telpon 0274 580333 atau WA 0811-2711-911. (rini/ros)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....