Bulan Agustus Omzet Pedagang Pakaian Adat Mengalami Kenaikan

  • 13 Agt 2025 11:56 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Bulan Agustus kali ini menjadi ladang berkah bagi para pedagang pakaian adat di Pasar Beringharjo. Ini lantaran omzet penjualan pakaian adat naik hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Salah satu pemilik toko pakaian adat di los 16 selatan, Pasar Beringharjo Barat Nita Kusumawati mengatakan kenaikan omzet ini disebabkan oleh momentum besar yang terjadi bersamaan. Di antaranya adalah momen 17 Agustus, tahun ajaran baru, hingga hari Kamis Pon. Biasanya, sebagian besar masyarakat akan mencari pakaian adat pada hari-hari tersebut.

“Semua kan harus pakai baju gagrak Yogyakarta. Anak-anak yang belum punya kan pasti pada beli. Apalagi sekarang bulan Agustus rata-rata pada cari seragaman lurik,” ujar Nita saat ditemui, Rabu (13/8/2025).

Nita menyebut kenaikan penjualan dia rasakan sejak akhir Juli lalu. Hingga saat ini setidaknya sudah ribuan potong pakaian adat Jawa terjual. Nita mengaku sempat kewalahan menerima orderan.

Stok yang dia siapkan lebih banyak pun ludes dalam sekejap. Terlebih, dia kebanyakan menerima orderan dalam partai besar. Mulai dari seragam kampung hingga sekolah. Pesanan tak hanya datang dari wilayah Yogyakarta, tetapi juga luar daerah hingga luar pulau.

“Kami (penjualan) sudah ke seluruh Indonesia. Kami memanfaatkan market place, kirim ke Hong Kong juga pernah,” katanya.

Pakaian adat yang paling banyak diminati adalah lurik yang dibanderol mulai dari Rp85.000 untuk ukuran anak-anak hingga Rp110.000 untuk ukuran dewasa. Selain lurik, ada pula pakaian adat jumputan dan motif bunga. Namun, peminatnya tak sebanyak lurik. Toko Ratu Busana milik Nita ini juga turut menjual berbagai pernak-pernak lainnya.

“Ada blankon Yogyakarta dan Solo. Ada juga hiasan pengantin,” ucapnya.

Warga Kalasan Sleman Ristin bersama ibu-ibu Desa Kalimati memilih untuk membeli pakaian adat di Pasar Beringharjo. Menurut Ristin, harga di pasar terbilang terjangkau, barang lebih bervariasi, dan bisa dicoba secara langsung. Ristin mengaku pakaian adat ini nantinya akan digunakan oleh warga pada saat menggelar upacara 17 Agustus mendatang.

“Kami cari bawahannya kain Jarik karena kemarin sudah beli lurik, ya untuk persiapan upacara dan lomba paduan suara di kampung,” kata Ristin. (karin/par)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....