Dibina Dompet Dhuafa, Batik Imogiri Kini Merambah Mancanegara

  • 05 Des 2024 19:20 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Bantul: Berawal dari Gempa pada tahun 2006, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengumpulkan dan mengajak 50 pembatik di wilayah Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Pada saat itu Dompet Dhuafa memberikan pelatihan membatik lengkap dengan bahan-bahan untuk membatik serta pelatihan organisasi sehingga lahirlah kelompok Batik Berkah Lestari.

Seiring berjalannya waktu, para anggota mendirikan kelompok-kelompok lain yang menaungi para pembatik. Dengan kata lain, Batik Berkah Lestari menjadi pelopor berkembangnya kelompok-kelompok batik di wilayah Imogiri. Pembina dan Pengurus Kelompok Batik Berkah Lestari, Nani Nurhayati Lestari mengatakan Dompet Dhuafa memberikan bantuan selama dua tahun lalu setelahnya masih terus dibina.

“Hingga tahun ini industri Batik di wilayah Imogiri, Bantul, Yogyakarta bertahap terus terangkat ke pasar masyarakat baik lokal maupun mancanegara,” ujar Nani.

Nani menceritakan keluh kesahnya dalam mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis batik adalah rentannya generasi muda yang dapat meneruskan pelestarian Batik Imogiri. “Para generasi muda lebih banyak berkecimpung di dunia industri mengingat keuntungan yang lebih besar daripada membatik dan memasarkannya,” katanya.

Menurut Nani, saat ini para pembatik di wilayahnya kebanyakan para ibu yang sudah lanjut usia dan memiliki waktu luang. “Sehingga kami mencoba mengelola waktu dan produksi batik yang tidak terlalu banyak. Mengingat tenaga mereka masih terbatas. Kunci dalam membatik harus telaten, sabar dan tekun sehingga akan menghasilkan satu batik yang bagus,” ucap dia.

Nani dan para pembatik Imogiri, berharap adanya peran generasi muda dalam upaya meneruskan Batik Imogiri di Bantul, Yogyakarta. Misalnya saja untuk membantu pemasaran dan mengoptimalkan sosial media Batik Berkah Lestari. Nani menjelaskan galeri galeri Batik terdapat di Karangkulon RT 02, Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. "Sementara untuk Sosial media Batik Berkah Lestari,” ucap dia, menambahkan.

Alhamdulillah untuk pesanan dari beberapa negara cukup banyak, misalnya Jepang, Australia, Belanda hingga Amerika. Semua pemesanan dilakukan melalui kanal sosial media. Banyak dari mereka meminta karakter karakter khusus sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami selesaikan,” ujar Nani.

Sementara Bambang Edi Prasetyo selaku Manajer Program Dompet Dhuafa Yogyakarta mengatakan kelompok Batik Berkah Lestari merupakan wujud transparansi dalam pengelolaan dana Zakat, Infak dan Sedekah. “Kami berharap Batik Berkah Lestari dapat merangkul generasi muda untuk melestarikan sekaligus mengembangkan batik Imogiri menjadi pemberdayaan ekonomi yang tangguh,” kata Edi.

Di sisi lain, Pendopo Batik Berkah Lestari kedatangan mahasiswa dari Australia yang sedang menjalani program pertukaran pelajar dari Universitas Negeri ternama di Yogyakarta pada hari Selasa (3/12/2024). Kehadiran Mahasiswa Australia tersebut untuk mendorong pemasaran batik Indonesia di negaranya.

“Kami mendapat rujukan dari pihak kampus dalam upaya pelestarian dan pengembangan batik di wilayah Yogyakarta. Salah satunya Batik Imogiri ini. Saya mencoba mengenalkan Batik Imogiri ini melalui Tik Tok, berharap warga Australia begitu antensi terhadap batik Indonesia salah satunya yang berasal dari Imogiri, Yogyakarta,” ucap John Salah satu mahasiswa asing tersebut. (wulan/ros/atang)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....