Radio Ingin Eksis di Multiplatform, Ini Strateginya

  • 07 Sep 2026 20:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Radio sebagai salah satu media penyiaran konvensional wajib beradaptasi di era multiplatform, jika tak ingin gulung tikar. Sebab kini, podcast dan konten on-demand menjadi pilihan utama masyarakat era digital untuk mengakses informasi kapan pun dan di mana pun.

Pegiat Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik sekaligus peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Darmanto, menilai langkah transformasi ini sebagai hal yang tidak bisa ditawar. Sebab, generasi muda saat ini sudah tidak mengenal siaran radio konvensional.

”Radio itu jangan dipertahankan dengan konsep lama, tetapi harus jadi terdepan di dalam teknologi komunikasi,” katanya, Senin, 7 September 2026. ”Konsep radio siaran konvensional atau radio live itu, usianya sudah satu abad dan memang harus bertransformasi ke multiplatform.”

Dan di era digital ini, masa depan radio siaran bukan pada soal memilih antara siaran konvensional atau siaran digital. Menurut mantan jurnalis dan penyiar radio swasta di Yogyakarta, Satria Ardi Nugraha, kedua hal itu tidak saling bertentangan, namun justru saling menguatkan.

”Radio live itu kekuatannya pada spontanitas, juga ada semacam interaksi secara langsung dan rasa hadir bersama dengan pendengar,” ucapnya. ”Sementara konten on-demand ini memberikan semacam fleksibilitas, atau mengkonsumsi konten kapan saja dan dimana saja.”

Satria, yang saat ini berprofesi sebagai Pranata Humas di Fakultas Peternakan UGM, melihat radio di era digital bukan lagi lembaga yang menjual jam siaran kepada masyarakat. Namun kini, radio telah menjadi sebuah ekosistem yang mempunyai konten, platform, komunitas, dan kepercayaan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....