Antrian Pasien IGD Rumah Sakit Berjam-Jam, Ini yang Harus Dibenahi

  • 22 Agt 2026 17:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Alur pelayanan pasien di rumah sakit mendapat sorotan publik, saat pasien BPJS Kesehatan sempat menunggu antrian hingga delapan jam. Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu di IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Pihak Kementerian Kesehatan menjelaskan lamanya waktu tunggu antrian, karena pasien membutuhkan perawatan di HCU yang saat itu kapasitasnya terbatas. Mereka berdalih bukan karena pasien tidak memperoleh penanganan selama berada di IGD.

Dosen Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) UMY, Dr. Elsye Maria Rosa menjelaskan, persoalan tersebut perlu dilihat dari perspektif manajemen rumah sakit secara menyeluruh. Khusus kayanan IGD rumah sakit, merupakan salah satu pintu masuk utama pelayanan di lingkungan rumah sakit.

”Pasien yang datang melalui IGD akan dilakukan triase dan proses asesmen,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026. ”Tahap ini untuk menentukan apakah pasien membutuhkan rawat inap, HCU, ICU, atau dapat dipulangkan.”

Namun, masalah muncul ketika sudah ada keputusan klinis bahwa pasien membutuhkan HCU, tetapi sistem belum mampu memindahkan pasien ke level pelayanan berikutnya karena tempat tidur belum tersedia.

”Dalam manajemen pelayanan kesehatan, kondisi pasien yang tertahan seperti ini dikenal sebagai boarding,” ucapnya. ”Kondisi seperti ini tidak hanya berdampak pada pasien.”

Ketika ruang dan sumber daya IGD terus digunakan oleh pasien yang seharusnya sudah berpindah ke unit lain, dampaknya akan sangat terasa. Kapasitas IGD untuk menerima dan menangani pasien berikutnya juga dapat berkurang.

Kondisi tersebut berpotensi menciptakan efek domino, karena pasien baru yang datang ke ruang IGD dapat menghadapi antrean lebih panjang. Tempat tidur dan sumber daya yang seharusnya tersedia, masih digunakan untuk pasien yang menunggu perpindahan ke unit perawatan lanjutan.

”Itu merupakan persoalan patient flow rumah sakit, ketika ada satu titik yang kapasitasnya lebih rendah dari kebutuhan,” ujarnya. ”Maka terjadi bottleneck dan antrean menjadi panjang, jadi ini persoalannya memang sangat sistemik.”

Penelitian mengenai patient flow di IGD menunjukkan, bahwa keterbatasan kamar, proses pencarian dan penempatan kamar, serta menunggu pasien lain pulang dapat menjadi sumber bottleneck. Kondisi ini jelas memperpanjang waktu boarding.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....