Indonesia Segera Wujudkan Proyek LNG Abadi Masela, ini Tanggapan Pakar
- 28 Jul 2026 08:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah mempercepat realisasi proyek LNG Abadi Masela di Maluku, melalui peletakan batu pertama pada pertengahan Juli kemarin. Proyek senilai USD 20,9 miliar itu, menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Proyek LNG Abadi Masela menggandeng INPEX, sebagai mitra investasi dari Jepang. Pakar Ekonomi Politik Internasional UMY, Arie Kusuma Paksi menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang pada 31 Maret 2026, menjadi semacam akselerator proyek ini.
Saat itu, kepala negara bertemu dengan 13 pimpinan perusahaan besar Jepang, termasuk Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Indonesia mendorong percepatan realisasi proyek LNG Abadi Masela yang telah mengalami penundaan panjang.
”Kurang dari empat bulan setelah pertemuan tersebut, pembangunan fisik Proyek LNG dimulai,” ucapnya melalui pernyataan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026. ”Lokasi proyek di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.”
Namun menurut Arie, keberhasilan mewujudkan proyek itu, sudah dirintis jauh sebelum pertemuan di Tokyo. Yaitu melalui restrukturisasi kepemilikan atau participating interest (PI), kemajuan persiapan teknis, serta pembentukan konsorsium baru.
Restrukturisasi itu mencakup keluarnya Shell dari proyek, serta masuknya PT Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela sebagai mitra baru pada 2023. Saat ini, INPEX Masela bertindak sebagai operator dengan kepemilikan 65 persen.
Sedangkan Pertamina Hulu Energi Masela memiliki 20 persen dan Petronas Masela menguasai 15 persen. Tahap front-end engineering design (FEED) juga telah dimulai sejak Agustus 2025.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....