Bangun Stasiun Pengisian Daya Listrik, Muhammadiyah Wajib Lakukan Ini
- 21 Jul 2026 18:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pakar Kelistrikan Cerdas Terbarukan UMY, Tony Hariadi mengingatkan Muhammadiyah, agar memperhatikan keandalan distribusi daya listrik. Hal ini terkait rencana pendirian 2 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Muhammadiyah (SPKL-MU), di berbagai daerah.
Karena menurut Tony, masih terdapat potensi gangguan pemadaman listrik, yang berisiko menghambat operasional SPKL-MU. Maka, Muhammadiyah perlu memanfaatkan sumber energi mandiri, salah satunya panel surya.
”Jangan hanya bergantung pada jaringan PLN, kalau terjadi pemadaman listrik, bisa mengganggu operasional SPKL-MU,” ucapnya, Senin, 20 Juli 2026. ”Pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, lebih ramah lingkungan.”
Selain mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, pembangunan SKPL-MU juga punya manfaat lainnya. Yaitu bisa menjadi sarana mengenalkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kepada masyarakat.
Apalagi jika lokasi stasiun pengisian daya, menempati berbagai lokasi strategis. Antara lain lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, kemudian area rumah sakit PKU Muhammadiyah, maupun institusi pendidikan lainnya.
”Ketika masyarakat datang mengisi kendaraan listrik, mereka akan mengenal berbagai layanan pendidikan maupun kesehatan Muhammadiyah,” ujarnya. ”Jadi manfaatnya tidak hanya mendukung kendaraan listrik.”
Selain itu, pembangunan SKPL-MU juga bisa memberikan manfaat signifikan. Terutama saat musim mudik maupun libur panjang saat mobilitas masyarakat meningkat dan kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik semakin tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....