Tahun 2030 jadi Periode Terpanas, Pakar Dorong Lakukan hal ini

  • 14 Jul 2026 16:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pakar Keairan dan Lingkungan UMY Nursetiawan mengingatkan semua pihak, tentang prediksi waktu terpanas periode 2026-2030. Prediksi itu, sesuai laporan World Meteorological Organization (WMO).

Mengacu laporan WMO, Nursetiawan memaparkan peluang suhu rata-rata bumi bisa melampaui 1,5 derajat celcius, dibandingkan era praa industri. Menurut WMO, peluangnya bisa mencapai 86 persen setidaknya setahun dalam periode itu.

”Prediksi WMO ini harus menjadi perhatian serius negara, termasuk Indonesia,” ucapnya, Selasa, 14 Juli 2026. ”Kita sudah merasakan peningkatan suhu dari tahun ke tahun.”

Bahkan menurutnya, terjadi rekor suhu global tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yang diperkirakan masih akan berlanjut. Dari perspektif keairan dan lingkungan, kondisi seperti ini menyebabkan udara semakin panas, dan mengubah siklus hidrologi.

Kondisi ini menurut Nursetiawan menunjukkan, perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Realitas yang terjadi saat ini, harus segera direspons pihak-pihak terkait, melalui sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif iklim.

”Perubahan iklim yang terjadi saat ini, telah memengaruhi siklus hidrologi global,” ujarnya. ”Sehingga pengelolaan sumber daya air tidak bisa hanya mengandalkan pola iklim masa lalu.”

Ia menjelaskan, siklus hidrologi merupakan proses alami yang mengatur pergerakan air melalui hujan, penguapan, infiltrasi ke dalam tanah, hingga aliran menuju sungai dan laut. Ketika suhu bumi terus meningkat, keseimbangan siklus ikut berubah.

Dampaknya tidak hanya meningkatnya intensitas hujan pada waktu tertentu. Tetapi juga berubahnya pola distribusi air, sehingga ketersediaannya menjadi semakin sulit diprediksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....