Ekonom Tanggapi Fenomena Pasar Malam Sepi Pembeli

  • 02 Jul 2026 14:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Fenomena pasar malam yang sepi pembeli, banyak dikeluhkan pedagang belakangan ini. Padahal, kondisi itu tidak mesti disebabkan sepinya pengunjung.

Ekonom UMY Dyah Setyawati Dewanti justru melihat faktor perubahan pola konsumsi di masyarakat. Mereka datang ke pasar malam, sekedar untuk menikmati suasana.

”Ini lebih disebabkan melemahnya daya beli, sehingga mereka lebih selektif untuk belanja,” katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026. ”Kenaikan biaya hidup sehari-hari, sangat mempengaruhi situasi saat ini.”

Selain melonjaknya biaya transportasi akibat naiknya harga BBM seperti Pertamax, melemahnya daya beli juga dipengaruhi mahalnya harga makanan. Jika masyarakat memilih berhati-hati untuk mengeluarkan uang masih wajar.

”Kondisi ekonomi rumah tangga membuat masyarakat memilih mencari hiburan tanpa harus belanja,” ucapnya. ”Ini tantangan serius bagi para pelaku UMKM.”

Jika tren ini terus berlangsung dalam jangka panjang, tidak hanya berdampak untuk pedagang, tetapi juga dapat memengaruhi perekonomian daerah. Penurunan permintaan bisa menekan omset pelaku usaha.

”Bisa memperlambat aktivitas ekonomi lokal, hingga berpotensi memunculkan lingkaran kemiskinan,” katanya. ”Hal ini harus segera diantisipasi secepatnya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....