Harga BBM Tidak Turun meski Selat Hormuz Dibuka, ini kata Pakar
- 02 Jul 2026 11:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ekonom UMY Dyah Titik Kusuma Wardani melihat, belum ada dampak signifikan terhadap penurunan harga BBM di dalam negeri, pasca dibukanya Selat Hormuz. Namun, dibukanya jalur pelayaran strategis itu, membawa sentiment positif bagi pasar energi global.
”Untuk penurunan harga BBM domestik seperti pertamax, memang tidak bisa terjadi secara instan,” ucapnya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026. ”Kondisi ini lebih berperan dalam menjaga stabilitas harga minyak.”
Hingga kini, masyarakat menganggap situasi terbaru di Selat Hormuz bisa menurunkan harga BBM di Indonesia, karena distribusi minyak global kembali normal. Padahal, mekanisme pembentukan harga BBM, jelas sangat kompleks.
”Jadi harga BBM tidak hanya berdasarkan situasi geopolitik dunia, karena pemerintah juga mempertimbangkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP),” ucapnya. ”Kemudian faktor nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.”
Selain itu, ada juga sejumlah faktor penentu lainnya, seperti biaya pengadaan, distribusi, hingga kontrak perdagangan minyak yang telah berjalan sebelumnya. Sehingga, harga BBM dalam negeri tidak ditentukan oleh satu peristiwa.
Dibukanya Selat Hormuz memang mengurangi tekanan terhadap harga minyak dunia. Namun Dyah menilai, kondisi itu tidak membuat harga BBM langsung turun, serta perbedaan pengaruh harga minyak dunia terhadap BBM subsidi dan non-subsidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....