Distribusi Barang Masih Bergantung Jalan Raya, ini dampaknya
- 29 Jun 2026 12:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sektor logistik Indonesia sulit melakukan efisiensi, jika masih tergantung pada transportasi jalan raya. Di satu sisi, transportasi lain kurang dioptimalkan, seperti angkutan kereta api dan angkutan kapal melalui laut.
Direktur Eksekutif The Logistics Institute-Asia Pacific (TLI-AP), National University of Singapore (NUS), Singapura, Dr. Robert de Souza melihat hal ini justru memicu kemacetan lalu-lintas. Kemudian juga memicu tingginya biaya distribusi dan terbatasnya konektivitas antar daerah.
Robert menilai, persoalan tersebut paling nampak di Pulau Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Dengan sekitar 57,5 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa, sebagian besar aktivitas distribusi barang juga terkonsentrasi di wilayah tersebut.
Namun, lebih dari 90 persen pergerakan barang masih mengandalkan transportasi jalan. Ketidakseimbangan tersebut, membuat jaringan logistik menghadapi tekanan yang semakin besar.
”Biaya operasional yang tinggi, hingga kerusakan infrastruktur menjadi konsekuensinya,” ujarnya. ”Ini dampak dari dominasi transportasi jalan dalam sistem distribusi nasional.”
Kondisi ini turut berkontribusi pada tingginya biaya logistik di Indonesia, yang masih sekitar 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Atau lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Ketika sebagian besar distribusi barang bertumpu pada jalan raya, maka kemacetan lalu-lintas dan biaya tambahan akan terus muncul dalam rantai pasok. Padahal Indonesia punya pilihan moda lain yang lebih efisien.
”Baik untuk pengiriman jumlah besar, maupun untuk pengiriman jarak jauh,” ujarnya. ”Keseimbangan antarmoda menjadi kunci meningkatkan daya saing logistik nasional.”
Meski demikian, Robert menegaskan transportasi jalan tetap memiliki peran penting dalam sistem logistik nasional. Namun, untuk pengiriman barang berkapasitas besar dan jarak jauh, kereta api dan angkutan laut dinilai lebih efisien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....