Piala Dunia Menyatukan Bangsa
- 24 Jun 2026 23:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Event akbar Piala Dunia bukan sekadar turnamen olahraga terbesar di dunia. Namun juga menjadi fenomena budaya populer yang mampu membentuk dan memperkuat identitas kolektif masyarakat.
Melalui dukungan terhadap tim nasional, jutaan orang dari berbagai latar belakang sosial, budaya, hingga politik dapat melebur dalam satu semangat yang sama. Pengamat Sepak Bola UMY, Dr. Fajar Junaedi memahami Piala Dunia melalui perspektif Cultural Studies dan Fan Studies.
Kedua pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana sepak bola tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang pembentukan identitas dan solidaritas sosial. Dalam perspektif Cultural Studies, tim nasional bukan hanya sekumpulan pemain yang bertanding di lapangan.
”Kehadiran mereka merepresentasikan identitas, sejarah, dan narasi suatu bangsa di hadapan dunia,” ucapnya, Rabu, 24 Juni 2026. ”Ketika sebuah negara tampil di Piala Dunia, masyarakat dari berbagai kelompok sosial bersatu dalam dukungan yang sama.
Menurut Fajar, tim nasional menjadi simbol kebanggaan kolektif yang mampu memperkuat rasa kebersamaan. Ia mencontohkan keberhasilan Prancis pada Piala Dunia 1998 dan Argentina pada 2022 yang tidak hanya menghadirkan kebanggaan olahraga.
”Tetapi juga memperkuat rasa persatuan masyarakat di negara tersebut,” ucapnya. ”Dalam konteks ini, sepak bola menjadi bagian dari pembentukan komunitas terbayang, yang menghubungkan warga negara melalui simbol dan pengalaman bersama.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....