Ini Bahaya Overthinking, Mahasiswa wajib Tahu

  • 08 Jun 2026 21:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Mahasiswa sebagai kaum terpelajar, seringkali mengalami overthinking atau berfikir secara berlebihan. Psikolog UMY Ratih Ratnasari melihat persoalan ini, sebagai salah satu tantangan kesehatan mental yang harus ditangani.

”Berbagai pertanyaan yang muncul dalam pikiran, seringkali muncul dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” katanya melalui pernyataan tertulis, Senin, 8 Juni 2026. ”Misalkan pikiran seperti bagaimana kalau gagal?, apakah saya cukup baik?.”

Sebetulnya, berpikir itu baik dan bermanfaat selama hal tersebut menghasilkan solusi. Namun, ketika pikiran justru membuat semakin cemas dan menghambat tindakan, maka di situlah overthinking mulai menjadi masalah bagi seseorang.

Menurut Ratih, overthinking merupakan pola pikir yang berulang, berlebihan, sulit dihentikan, dan umumnya berfokus pada kemungkinan-kemungkinan negatif. Gejalanya dapat berupa terus mengingat kesalahan masa lalu.

Kemudian bisa membayangkan skenario terburuk, menyebabkan sulit tidur, hingga mengalami kelelahan emosional karena memikirkan hal yang sama secara berulang. Hal tersebut, seringkali membentuk siklus negatif dalam diri seseorang.

Berawal dari suatu pemicu, seseorang kemudian memunculkan pikiran tertentu yang menghasilkan emosi negatif. Emosi tersebut pada akhirnya memengaruhi perilaku, seperti menunda pekerjaan dan menghindari interaksi sosial.

”Lalu kemudian, arahnya bisa mencari validasi secara berlebihan di media sosial,” ujarnya. ”Dan selanjutnya, memilih menarik diri dari komunitas dan lingkungan sekitar.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....