Pembangunan Pertanian Jangan Hanya Fokus pada Hasil

  • 09 Mei 2026 17:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembangunan pertanian pada era modern tidak lagi dapat dipahami, sebagai upaya meningkatkan hasil produksi pangan. Di tengah kondisi perubahan iklim, berbagai tantangan menghadang pembangunan pertanian.

Mulai dari degradasi lingkungan, hingga perubahan lanskap sistem pangan global. Guru Besar Ilmu Pembangunan Pertanian UMY, Profesor Triyono menyatakan, pendekatan pertanian yang berorientasi peningkatan produksi, sudah tidak memadai untuk menjawab kebutuhan pembangunan jangka panjang.

”Pembangunan pertanian abad ke 21 menghadapi situasi yang jauh lebih kompleks,” ucapnya, dalam Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar di UMY, Sabtu, 9 Mei 2026. ”Saat ini, transformasi sistem pangan berkelanjutan tidak lagi dipahami sebagai agenda tunggal sekedar untuk peningkatan hasil pertanian.”

Sebab, perubahan multidimensi menuntut jalur sosial-ekonomi, aktor, dan tata kelola baru. Sehingga menurut Profesor Triyono, pembangunan pertanian berkelanjutan perlu dibaca ulang agar tidak berhenti pada logika produksi tanaman pangan semata.

Pendekatan pembangunan pertanian yang terlalu berpusat pada intensifikasi produksi, memang berkontribusi besar pada ketersediaan pangan. Namun, pendekatan itu memunculkan tekanan terhadap tanah, air, biodiversitas, dan ketahanan agroekosistem yang semakin sulit diabaikan.

Terlebih, arah diskursus pertanian global saat ini telah bergeser, tidak lagi sekadar membahas bagaimana menghasilkan pangan dalam jumlah lebih banyak. Tetapi juga bagaimana menghasilkan pangan dengan dampak ekologis yang lebih rendah.

”Daya tahan lebih tinggi, serta distribusi manfaat yang lebih adil bagi umat manusia,” ucapnya. ”Strategi pembangunan pertanian harus mampu mensintesiskan produktivitas, ekologi, dan kesejahteraan sosial secara lebih utuh.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....