Rencana Pembelajaran Daring Batal, Senator RI Sampaikan Kritik

  • 26 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Pusat akhirnya membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring, pasca libur Lebaran. Namun, Anggota DPD RI Hilmy Muhammad tetap menyoroti wacana, yang sempat dilontarkan itu.

Ia berharap, hal-hal seperti ini tidak terulang, apalagi dikaitkan dengan potensi krisis energi akibat konflik di kawasan Timur-Tengah. Yang jelas menurut pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini, kebijakan pendidikan jangan mengorbankan siswa.

”Kalau problemnya tentang energi, janganlah pendidikan yang dikorbankan,” katanya, Kamis, 26 Maret 2026. ”Pemerintah seharusnya memperkuat langkah strategis di sektor lain, termasuk diplomasi luar negeri, agar kepentingan nasional tetap terjaga tanpa harus mengganggu proses belajar.”

Pasca pembatalan rencana pendidikan daring, pemerintah perlu melakukan kajian, jika ingin menjaga stok BBM. Misalkan pembatasan konsumsi energi di kendaraan pribadi, kampanye penggunaan kendaraan umum, kampanye hemat listrik.

”Termasuk kampanye pengurangan penggunaan peralatan rumah tangga yang membutuhkan listrik,” ucapnya. ”Secara kasat mata, berbagai sektor ini justru lebih besar kebutuhan energinya.”

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menyinggung, pentingnya pendekatan diplomasi yang lebih aktif dalam merespons situasi geopolitik global. Khususnya terkait konflik di kawasan Timur Tengah.

Maka, ia mendorong Presiden Prabowo Subianto agar mengambil peran yang lebih konstruktif di tingkat internasional. Bukan justru menyesuaikan kebijakan domestik yang berdampak pada sektor pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....