Preview Brasil vs Serbia: Tim Samba Bertekad Akhiri Paceklik 20 Tahun

  • 24 Nov 2022 19:21 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Timnas Brasil bertekad mengakhiri puasa gelar 20 tahun mereka di ajang Piala Dunia. Perjuangan itu dimulai dari pertandingan pertama melawan Serbia yang akan berlangsung di Stadion Lusail, Qatar, pada Jumat (25/11/2022).

Terakhir kali Tim Samba merengkuh trofi Piala Dunia adalah pada edisi 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Kala itu, Brasil yang sedang dalam generasi emasnya berhasil menggasak Jerman dengan skor 2-0 lewat brace dari salah satu striker mereka, Ronaldo Nazario.

Sejak saat itu, Brasil bahkan tak lagi mampu menembus partai final. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi peringkat keempat pada Piala Dunia 2014 yang digelar di tanah mereka sendiri. Itupun, mereka harus menanggung malu karena dicukur habis oleh Jerman dengan skor 1-7 di babak semifinal. Pada edisi lainnya, Brasil hanya mampu menembus babak perempatfinal.

Kemewahan skuad menjadi modal Brasil untuk memutus rekor buruk tersebut. Setiap lini Tim Samba dipenuhi oleh pemain-pemain kelas satu.

Di lini depan, anak asuh Adenor Leonardo Bacchi (Tite) memiliki sosok mega bintang dalam diri Neymar. Striker PSG tersebut telah mencetak 92 gol dari 143 laga bersama Brasil. Neymar juga ingin merasakan membawa Brasil menuju podium tertinggi sepakbola dunia.

Brasil juga masih memiliki Vinicius Junior yang penampilannya makin mengilap bersama Real Madrid. Belum cukup? Brasil masih memiliki nama-nama beken seperti Rodrygo, Antony, hingga Richarlison yang siap menggedor jala lawan.

Di lini tengah, Brasil memiliki gelandang sekaliber Casemiro yang telah menjuarai Liga Champions lima kali. Rekannya di Manchester United, Fred, turut bergabung dalam skuad bersama Fabinho dan Lucas Paqueta.

Kapten Thiago Silva akan kembali mengomandoi lini belakang. Ia akan disokong bek sarat pengalaman seperti Dani Alves, Marquinhos, Danilo, Alex Sandro, hingga Eder Militao. Brasil juga memiliki dua kiper yang berada pada level tertinggi sepakbola Inggris yakni Alisson (Liverpool) dan Ederson (Manchester City).

Sederet nama beken tersebut membuat sulit untuk tidak memasukkan Brasil dalam kandidat juara. Sejumlah prediksi juga menjagokan Brasil akan merengkuh trofi keenam mereka. Misalnya dari New Scientist, sebuah prediksi berbasis simulasi komputer dari Alan Turing Institute. Simulasi tersebut menjagokan Brasil menjadi kampiun dengan presentase 25 persen, tertinggi dibandingkan tim lainnya.

Timnas Brasil juga datang dengan catatan mentereng. Sejak kalah 1-0 dari Argentina pada final Copa America 2021, Brasil tak terkalahkan. Mereka meraih 12 kemenangan dan 3 seri dari 15 laga, termasuk saat mencukur Tunisia 5-1 di laga terakhir sebelum Piala Dunia.

Dari head to head, Brasil juga selalu memenangkan dua pertandingan kontra Serbia. Pada Piala Dunia 2018, mereka berhasil mengalahkan Serbia 2-0. Pada 2014, mereka juga berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Rentetan hasil positif ini tentu menjadi modal baik bagi skuad Selecao.

Serbia Bawa Rekor Positif

Di sisi lain, Serbia bukan lawan yang mudah ditaklukkan begitu saja. Dalam enam laga terakhir, Serbia tak terkalahkan. Bahkan beberapa diantara pertandingan tersebut berakhir dengan skor telak seperti saat mereka mengalahkan Bahrain 5-1 dan Slovenia 4-1.

Serbia juga tampil solid selama fase Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Secara mengejutkan, mereka berhasil memuncaki grup dan memaksa Portugal menjalani fase play off. Pada pertandingan terakhir fase grup, mereka berhasil mengalahkan Portugal di kandangnya sendiri dengan skor 1-2 lewat gol menit terakhir dari Aleksandar Mitrovic.

The Eagles, julukan Serbia juga memiliki skuad yang cukup mumpuni. Di lini pertahanan mereka memiliki Stefan Mitrovic (Getafe), Milos Veljkovic (Werder Bremen), dan Strahinja Pavlovic (RB Salzburg).

Mereka juga memiliki deretan gelandang yang bermain di klub top Eropa seperti Dusan Tadic (Ajax) dan Sergej Milinkovic-Savic (Lazio). Di lini depan, Alexander Mitrovic (Fulham) yang kembali naik daun akan berduet bersama Dusan Vlahovic (Juventus) untuk merobek jala lawan.

Pelatih Serbia, Dragan Stojkovic, tentu tak ingin kejadian pada Piala Dunia 2018 terulang kembali. Saat itu, Serbia juga satu grup dengan Brasil. Perjuangan mereka berakhir mengenaskan karena kalah bersaing dengan Brasil dan Swiss.

Prediksi Pertandingan

Ari Dwi Prasetyo – Jurnalis RRI di Qatar, mengaku menjagokan Brasil karena memiliki banyak kumpulan pemain bintang. Brasil sudah sangat berpengalaman di Piala Dunia, dan mereka adalah juara dunia lima kali.

“Dari situ, saya melihat bahwa Brasil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memenangkan pertandingan. Bukannya mengecilkan Serbia, tetapi Brasil akan lebih menguasai pertandingan,” jelasnya.

Ari juga menjagokan Neymar karena memiliki kemampuan di atas rata-rata. Sehingga ia pun memprediksi skor 1-0, yang dicetak Neymar.

Sementara itu, Wahadi, Petugas Keamanan UIN Sunan Kalijaga juga menyatakan lebih memilih Brasil dikarenakan sudah terbukti track record di Piala Dunia.

“Brasil kan sudah lima kali memenangkan turnamen ini. Pemain favorit saya di Brasil adalah Neymar dan Vinicius Junior. Saya prediksi Brasil akan menang dengan skor 2-0 dengan gol dari dua pemain favorit saya tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan Risky Umar Hidayat yang berprofesi sebagai Barista Diana Cafe, juga menjagokan Brasil, yang ia nilai karena secara skuad lebih mumpuni dibandingkan Serbia. Apalagi pemain favoritnya adalah Neymar yang telah menjadi ikon sepak bola Brasil sejak tahun 2014.

Dukungan untuk Brasil juga datang dari Aditya Bagus Darmawan, Staf Kelurahan Ambarketawang. Ia menilai, Brasil ini setiap tahun tidak pernah kehilangan bintang.

“Mereka selalu mampu menghasilkan talenta-talenta muda yang mumpuni,” kat5a Aditya. (daniel-tiara/yyw).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....