Fragments in Bloom Hadirkan Potret Perjalanan Batin Manusia
- 06 Okt 2026 08:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - GRAMM HOTEL by Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan Fragments in Bloom, solo exhibition karya seniman Indira Bunyamin yang berlangsung pada 1–30 Oktober 2026. Pameran tersebut digelar di Lobby Area dan SMARA Restaurant, Ground Floor GRAMM HOTEL, dengan menghadirkan 14 karya yang merefleksikan beragam fragmen kehidupan manusia.
Karya-karya yang ditampilkan mengangkat pengalaman personal, emosi, hubungan antarmanusia hingga interaksi dengan alam. Melalui permainan warna, bentuk, tekstur, serta sapuan kuas yang ekspresif, Indira menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam karya yang memberikan ruang bagi setiap pengunjung untuk membangun interpretasi secara personal.
Sebagai solo exhibition pertama bagi Indira, Fragments in Bloom menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan artistiknya. Latar belakang psikologi yang dimilikinya turut memengaruhi ketertarikannya terhadap emosi dan pengalaman batin manusia. Dalam proses berkarya, Indira menggunakan pendekatan intuitif melalui medium acrylic on canvas, dengan membiarkan warna dan bentuk berkembang mengikuti suasana hati serta pengalaman personal.

Salah satu elemen yang banyak ditemukan dalam karya Indira adalah bunga. Bunga digunakan sebagai metafora pertumbuhan manusia, sekaligus simbol harapan, keberanian, kasih sayang dan keteguhan. Melalui simbol tersebut, Indira ingin menggambarkan bahwa setiap manusia memiliki perjalanan, proses, serta waktu yang berbeda dalam bertumbuh.
Eksplorasi karya Indira juga menyentuh pengalaman keseharian dan hubungan manusia dengan alam. Sejumlah karya seperti Jejak Lava Merapi, Kedai Kopi di Gunung Wangi, Deep, Luruh dalam Hening, Three Temple in One Frame, hingga Story My Life menghadirkan perspektif beragam mengenai perubahan, perjalanan hidup, emosi dan proses memahami diri.
General Manager GRAMM HOTEL by Ambarrukmo, Aris Retnowati, mengatakan penyelenggaraan Fragments in Bloom merupakan bagian dari upaya hotel memperkaya pengalaman tamu sekaligus memperkuat posisi GRAMM sebagai hotel yang tidak hanya menawarkan akomodasi. Menurutnya, program seni menjadi salah satu aktivitas yang relevan dengan gaya hidup masyarakat Yogyakarta. “Kami ingin memperkaya guest experience sekaligus menghadirkan aktivitas dan program yang relevan dengan lifestyle masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.

Retno menilai karya Indira memiliki karakter kuat dengan cerita yang menarik sehingga sesuai untuk dihadirkan di lingkungan GRAMM HOTEL. Kehadiran seni, menurutnya, juga memberikan nilai tambah terhadap suasana hotel sekaligus menciptakan titik interaksi baru bagi para tamu. “Karya Indira memiliki karakter yang kuat serta storytelling yang menarik, sementara kehadiran karya seni memberikan nilai tambah pada ambience hotel,” ucapnya.
Menurut Retno, hotel memiliki akses terhadap berbagai segmen masyarakat, mulai dari tamu hotel, klien korporasi, komunitas hingga masyarakat umum. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi GRAMM HOTEL untuk menyediakan ruang bagi kegiatan seni dan kreatif sekaligus mendukung seniman lokal melalui community engagement. Respons terhadap pameran juga disebut positif, bahkan terdapat sejumlah karya yang telah dikoleksi oleh tamu.
Konsep pameran di ruang hotel turut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Karya seni dapat dinikmati dalam suasana yang lebih santai tanpa harus berada di ruang galeri konvensional. GRAMM HOTEL juga membuka peluang untuk kembali menghadirkan program serupa melalui berbagai kolaborasi dengan seniman maupun komunitas kreatif di Yogyakarta.
Salah seorang pengunjung, Eldina, menilai Fragments in Bloom memiliki karakter yang unik dan terasa sangat personal. Ia mengaku karya berjudul My Life Story menjadi salah satu yang paling menarik perhatiannya karena mengingatkannya pada potongan perjalanan hidup seseorang. “Pameran ini seperti mengajak kita melihat kembali cerita dalam hidup sendiri. Setiap orang pasti memiliki cerita dan perjalanan hidupnya masing-masing,” katanya.
Eldina juga menilai penggunaan bunga dalam karya Indira mampu menggambarkan kehidupan manusia yang terus tumbuh, berubah dan berkembang. Menurutnya, perpaduan warna dan bentuk yang harmonis membuat karya-karya tersebut terasa lebih dekat dengan pengunjung.
Ia berharap GRAMM HOTEL dapat kembali menghadirkan pameran seni serupa pada masa mendatang. Sementara itu, GRAMM HOTEL berharap kolaborasi dengan pelaku seni dan kreatif dapat terus berkembang sehingga sektor perhotelan turut menjadi bagian dari ekosistem kreatif Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....