Harda Kiswaya dan Hasto Wardoyo Dukung Komitmen Jaga Kondusivitas Derby DIY

  • 16 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Polda DIY menginisiasi penandatanganan Komitmen Bersama antara manajer klub, Match Organizing Committee (MOC), dan suporter PSIM Yogyakarta serta PSS Sleman menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027. Kegiatan yang digelar di Polda DIY, Rabu 16 September 2026, bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat laga Derby DIY.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan penandatanganan komitmen bersama tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam mengawali pertandingan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman. Melalui komitmen tersebut, seluruh rangkaian pertandingan kedua tim diharapkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak, khususnya masyarakat.

“Mari kita kawal komitmen ini agar bisa sampai ke akar rumput. Yang paling utama, Yogyakarta tetap aman dan kondusif serta bisa menjadi barometer atau contoh sebagai kota yang ramah, kota yang aman untuk kemajuan sepak bola,” katanya.

Ihsan menegaskan, menjaga keamanan pertandingan bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab kepolisian. Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari manajemen klub, panitia pelaksana, hingga kelompok suporter kedua tim.

Sebagai informasi, Derby DIY antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman dijadwalkan berlangsung pada putaran pertama 10 Desember 2026 dan putaran kedua 20 Februari 2027. Penandatangan komitmen tesebut, turut disaksikan oleh Bupati Sleman Herda Kiswaya dan Wali Kota Yogyakarta, Harda Kiswaya.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat ditemui usai kegiatan. (Foto: RRI/Fika Azalea)

Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta seluruh pihak yang menandatangani komitmen tersebut benar-benar menjalankannya dengan tulus dan sungguh-sungguh.

“Rivalitas antarsuporter itu baik, tetapi jangan seperti yang terjadi kemarin sehingga timbul gesekan-gesekan. Saya minta dengan hati yang ikhlas dan hati yang murni, sungguh-sungguh, apa yang ditandatangani hari ini betul-betul bisa diwujudkan. Itu yang paling penting,” ucapnya menegaskan.

Harda juga mengingatkan manajemen klub untuk terus meningkatkan prestasi tim. Menurutnya, kekecewaan suporter terhadap performa klub dapat menjadi salah satu faktor pemicu kekecewaan suporter

Oleh karena itu, ia meminta prestasi PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta di kompetisi musim ini terus ditingkatkan sehingga dapat membawa nama baik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan masyarakat Yogyakarta.

“Sehingga insyaallah kalau sudah seperti ini, suporternya bagus, klubnya berprestasi, insyaallah di Jogja akan damai-damai saja. Pemerintah siap men-support, siap membantu setiap ada masalah, sehingga kondusivitas bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai komitmen yang tertuang dalam kesepakatan tersebut dapat membantu menyelesaikan berbagai potensi persoalan yang selama ini kerap muncul menjelang pertandingan.

“Seperti misalkan situasi tidak memungkinkan, harus dipindah tempat, itu juga sudah tertuang di dalam kesepakatan tadi,” katanya dalam kempatan yang sama.

Dalam dokumen komitmen yang disepakati, perwakilan manajemen dan suporter, termasuk Brajamusti, The Maident, Slemania, dan Brigata Curva Sud (BCS), menyatakan kesiapan menjunjung tinggi sportivitas dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Poin kesepakatan tersebut mencakup kewajiban mematuhi aturan lalu lintas, larangan membawa barang berbahaya atau senjata tajam, larangan menyalakan flare dan petasan, serta komitmen menolak tindakan anarkis dan provokasi, termasuk melalui media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....