Melejitnya Shakira, Ramalan Gus Gondrong, dan Spanyol Menjadi Juara Piala Dunia

  • 21 Jul 2026 19:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Skuad Spanyol mampu tampil gemilang mengalahkan sang juara bertahan Argentina, Senin, 20 Juli dini hari WIB, pada partai final Piala Dunia 2026 di New York Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.

Gol tunggal Ferran Torres pada menit 106 membuka sejarah baru, di mana Spanyol menjadi tim pertama yang berhasil menjadi juara dunia dua kali pada milennium baru. Menariknya, sebelum Spanyol menjadi juara, banyak yang meramalkan skuad asuhan Luis De La Fuente ini akan sukses.

Salah satunya jurnalis Metro TV yang juga mantan Manajer Tim Persitema Temanggung, Hudha Sungsang Purwito. Pria yang karib dengan sapaan Gus Gondrong itu sempat meramal Spanyol bahkan jadi juara.

Pria berambut gondrong ini meramal Spanyol bakal menjadi juara karena salah satu faktor unik yaitu Shakira. Penyanyi asal Kolombia itu kembali dipercaya FIFA untuk menyanyikan lagu theme song Piala Dunia 2026. Lagu berjudul Dai-Dai yang dibawakan Shakira akhirnya meledak pada tahun ini.

Penyanyi cantik bernama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll ini mencuat dengan lagu Waka Waka pada Piala Dunia 2010. Kala itu, Spanyol akhirnya mampu keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Belanda lewat gol tunggal Andres Iniesta di partai final yang digelar di Johanesburg, Afrika Selatan.

“Saya pikir kali ini Spanyol yang akan menjadi juara, karena lagu Shakira menjadi theme song Piala Dunia tahun ini seperti 2010 silam,” ujarnya ketika diwawancarai RRI.

Mantan Manajer Tim Persitema Temanggung, Hudha Sungsang Purwito. (Foto: dok.pribadi)

Kualitas skuad yang merata

Meski seperti candaan, jawaban Gus Gondrong ternyata tak meleset. Ia pun sempat meramal Spanyol akan menjadi juara dengan keunggulan tipis di partai final.

Hudha alias Gus Gondrong juga sempat memberikan analisis mengapa skuad Spanyol merupakan kandidat kuat juara.

“Jika dilihat dari kedalaman skuad, memang Spanyol menjadi salah satu tim yang paling merata. Spanyol juga punya pemain yang kualitasnya setara antara pemain inti dan cadangan,” kata Hudha, Kamis, 4 Juni 2026 silam.

Walaupun faktor Shakira terkesan kebetulan, akan tetapi persoalan tentang kedalaman skuad dan meratanya kualitas pemain, bukan faktor yang didasarkan pada asumsi semata.

Ketika mengalahkan kandidat kuat juara, yaitu tim Prancis pada partai semifinal, Spanyol yang menang 2-0, benar-benar mendominasi permainan. Keganasan lini serang Spanyol yang diisi Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, atau Bradley Barcola, seakan tak bertaji menghadapi solidnya permainan La Furia Roja.

Kuncinya adalah ketenangan skuad yang dilatih Luis De La Fuente. Pelatih kawakan itu sukses mengombinasikan pemain senior dan banyak pilar muda ini mulai dibentuk De La Fuente sejak Piala Eropa U-19 tahun 2015 silam.

“Dulu di generasi awal ketika saya melatih timnas yunior, yaitu pada Piala Eropa U19 di Lithuania tahun 2013, Prancis berhasil mengalahkan kami di semifinal. Saat ini sudah tidak ada lagi pemain yang membela kami di tahun 2013 silam. Namun, dua tahun berselang, di 2015 kami berhasil menjadi juara Eropa, dan juga mengalahkan Prancis. Ternyata 11 tahun kemudian, kami mampu mencapai partai final Piala Dunia. Setelah keberhasilan di Euro 2024, saya tegaskan ini merupakan momentum spesial bagi kami,” ujar Luis De La Fuente.

Fabian Ruiz mengangkat trofi Piala Dunia sebagai bentuk perayaan timnas Spanyol juara dunia pasca mengalahkan Argentina, Senin, 20 Juli dini hari, di New York Stadium dengan skor tipis 1-0. (Foto: FIFA)

Ketenangan

Hal itu menunjukkan, keberhasilan Spanyol dikarenakan solidnya permainan tim yang dibangun sejak lama. Ketenangan mereka mengalahkan para raksasa sepak bola dunia menunjukkan buktinya.

Contohnya saja apa yang dilontarkan bek kanan Pedro Porro pasca keberhasilan menjuarai Piala Dunia. Bek yang lahir di kota kecil, Don Benito, Extremadura ini, mengapresiasi rekan-rekannya yang fokus melawan tekanan besar di panggung besar Piala Dunia.

”Dalam pertandingan dengan tekanan setinggi apa pun, Spanyol tidak pernah kehilangan arah maupun fokus. Mereka mengendalikan tempo permainan tanpa kehilangan ketenangan, seperti yang mereka tunjukkan saat menang 1-0 atas Portugal di Babak 16 Besar dan mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final, ketika gol kemenangan baru tercipta setelah harus menunggu cukup lama. Selain mendominasi secara teknis, tim Spanyol tetap menunjukkan ketenangan luar biasa pada saat keraguan bisa saja mulai muncul,” kata Porro.

Tentunya ramalan Hudha Sungsang Purwito alias Gus Gondrong memang berasal dari “karomah” alias kesaktiannya dalam melihat fenomena Shakira. Namun hal itu tak lepas dari ramuan Luis De La Fuente yang sukses memoles talenta muda Spanyol dan juga mengendalikan ego pemain senior demi kejayaan Spanyol di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....