Reporter RRI Jadi ‘Mata’ Tunanetra Jogja di Laga Semifinal Prancis vs Spanyol

  • 15 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • Antusiasme penonton melampaui prediksi dengan hampir 500 penonton memenuhi halaman studio PRO 2 RRI Yogyakarta, jauh melampaui target awal 300 orang, dengan kehadiran 14 perwakilan dari Pertuni DIY.

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gelaran semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Spanyol di halaman Studio PRO 2 RRI Yogyakarta menyisakan cerita hangat tentang inklusivitas. Lewat program Dengar Bareng (Debar) dan Nonton Bareng (Nobar), keseruan pesta sepak bola empat tahunan ini berhasil dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas tunanetra.

S uasana di halaman studio malam itu tampak pecah, sejak pukul 00.00 WIB hingga laga semifinal berlangsung, nampak masyarakat terus berdatangan untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Konsep lesehan sengaja dihadirkan untuk melebur pembatas dan menciptakan ruang publik yang ramah bagi siapa saja.

Tak kurang 14 orang perwakilan dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DIY turut hadir memadati area, membaur bersama ratusan penonton lainnya untuk merayakan euforia pertandingan.

Debar Jadi Mata Bagi Teman-Teman Tunanetra

Bagi masyarakat umum, layar lebar visual persembahan TVRI menjadi pusat perhatian. Namun, bagi teman-teman tunanetra, kehadiran reportase langsung pandangan mata secara real-time dari para reporter RRI-lah yang menjadi napas pada pertandingan tersebut.

Kolaborasi Audio Visual Memicu Keseruan Tanpa Batas

Dwi Nugroho, salah satu perwakilan dari Pertuni DIY, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya malam itu. Ia mengaku sangat terbantu dan menikmati atmosfer pertandingan berkat adanya program Debar.

"Wah luar biasa, kami sangat senang ya dengan adanya Debar, dengar bareng ya dengan RRI, karena kami bisa menikmati sepak bola yang memang kami suka ya, teman-teman tunanetra suka sepak bola. Jadi kami bisa menikmati juga Piala Dunia tahun 2026 ini," ujarnya disela mendengarkan pertandingan.

Bagi Dwi dan rekan-rekannya, sepak bola adalah bahasa universal. Melalui deskripsi audio yang detail dari para reporter RRI, mereka tetap bisa merasakan ketegangan demi ketegangan di lapangan hijau, termasuk ikut bersorak saat tim favorit mereka, Prancis, membangun serangan.

"Harapan kami untuk RRI dan TVRI, semoga bisa menyiarkan terus tiap kali ada event sepak bola. Terutama agar kami tunanetra bisa menikmati olahraga tersebut dan kita bisa berpartisipasi untuk bisa menikmati sepak bola tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya, menegaskan, sejak awal konsep acara ini memang dirancang untuk merangkul semua orang tanpa terkecuali. Kehadiran komunitas difabel malam itu menjadi bukti nyata bahwa RRI berhasil menyajikan ruang hiburan yang inklusif.

"Konsepnya memang kita membaur semua, termasuk teman-teman dari difabel," katanya, mengungkapkan.

Antusiasme penonton pun meledak melampaui prediksi, dari target awal 300 orang melonjak hingga hampir 500 penonton yang memenuhi halaman studio PRO 2 RRI Yogyakarta. Adapun hasil pertandingan dini hari tadi gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro membawa Spanyol meraih kemenangan 2-0 atas Prancis di Dallas Stadium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....