Sukses Sedot 500 Penonton di Semifinal, Siapkan Nobar dan Debar Laga Final
- 15 Jul 2026 13:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ratusan warga Yogyakarta, Rabu dini hari, 15 Juli 2026, memadati halaman Studio PRO 2 RRI Yogyakarta untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia antara Prancis melawan Spanyol. Acara yang dikemas dalam program "Nonton dan Dengar Bareng" ini tidak hanya menjadi magnet hiburan bagi pencinta bola, tetapi juga menjadi ladang berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala LPP RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya mengungkapkan, program ini memang sengaja dirancang untuk memberikan ruang hiburan. Disamping itu sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Sejak tengah malam, warga mulai berdatangan dan memadati halaman Studio PRO 2 Yogyakarta, duduk berjajar di atas tikar beratapkan langit tidak menyurutkan masyarakat untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Bahkan, merchandise yang disiapkan secara gratis oleh sponsor bagi warga yang hadir dalam Nonton Bareng (Nobar) dan Dengar Bareng (Debar) habis bahkan kurang.
"Malam hari ini kita bisa lihat, kita targetkan 300 penonton, tapi nampaknya ini sudah hampir 500-an yang hadir," katanya.
Dengan konsep lesehan yang santai, suasana nonton bareng (nobar) berlangsung sangat hangat dan inklusif. Semua kalangan membaur tanpa sekat, termasuk kehadiran rekan-rekan dari komunitas difabel yang hadir untuk menikmati jalannya pertandingan.
"Jadi konsepnya memang kita membaur semua, termasuk teman-teman dari difabel," ucapnya.
Nobar dan Debar Ungkit Perekonomian Masyarakat
Selain pencinta sepak bola, RRI Yogyakarta memanfaatkan momentum event empat tahunan ini untuk memberdayakan sektor ekonomi mikro. Sejumlah lapak UMKM yang merupakan warga sekitar dihadirkan di sekitar area nonton bareng, menyajikan aneka kuliner dan kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung.
Adapun jajanan yang dihadirkan UMKM mulai dari angkringan, makanan kekinian, kopi, hingga kacang rebus yang menemani pecinta bola menikmati keseruan laga semifinal Prancis melawan Spanyol. Menariknya, selain yang dijual, RRI Yogyakarta juga menghadirkan aneka kuliner angkringan yang diberikan secara gratis, tetapi sebelum laga dimulai sudah ludes dinikmati masyarakat.

Taufan menegaskan, RRI menyadari pentingnya UMKM bagi perekonomian. Sedangkan keterlibatan UMKM ini adalah komitmen nyata RRI dalam mendukung pemulihan dan perputaran ekonomi daerah.
"Kegiatan ini juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM agar ada perputaran ekonomi di sini," ujarnya.
Kolaborasi LPP RRI Yogyakarta dan LPP TVRI Hadirkan Pengalaman Berbeda
Program diselenggarakan oleh RRI Yogyakarta ini, merupakan kali kedua selama gelaran turnamen, dan direncanakan akan mencapai puncaknya pada malam final mendatang. Kerja sama antara RRI dan TVRI ini menawarkan pengalaman siaran yang unik dan komparatif bagi para pengunjung.
Taufan mengungkapkan, selain Nonton Bareng dengan menyajikan visual pertandingan ditayangkan secara jernih melalui layar besar yang didukung penuh oleh siaran TVRI. Dengar Bareng menyajikan laporan langsung (live report) dan analisis tajam secara berkala dari para reporter RRI yang bertugas saat pertandingan berlangsung.
"Ini merupakan kerja bareng antara RRI dan TVRI. Konsepnya RRI itu adalah dengar bareng dan nonton bareng. Jadi ada reportase dari teman-teman reporter tentang running sepak bola, kemudian juga kita menampilkan videonya dari TVRI," katanya, mengungkapkan.
Melalui kolaborasi ini, halaman Studio PRO 2 RRI Yogyakarta sukses disulap menjadi ruang publik yang ramah, inklusif, dan produktif. Membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....