Tunanetra DIY Antusias Sambut Debar Piala Dunia Bersama RRI
- 24 Mei 2026 19:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komunitas tunanetra di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambut antusias rencana kegiatan Dengar Bareng (Debar) Piala Dunia 2026 bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang hiburan inklusif yang memungkinkan penyandang disabilitas netra tetap dapat menikmati atmosfer pertandingan sepak bola dunia melalui siaran radio.
Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DIY, Dwi Nugroho, mengatakan kegiatan dengar bareng tersebut menjadi pengalaman menarik bagi para tunanetra karena mereka dapat menikmati pertandingan bersama-sama dalam suasana yang lebih ramai dan hangat. “Saya sangat senang karena kita bisa menikmati sepak bola bersama teman-teman. Kalau sendiri kurang ramai, tapi kalau dengar bareng pasti lebih seru,” ujarnya.
Menurutnya, radio masih menjadi media yang sangat dekat dengan penyandang tunanetra, khususnya untuk menikmati pertandingan olahraga seperti sepak bola. Ia menilai siaran radio mampu memberikan deskripsi yang lebih detail dibanding tayangan televisi yang mengandalkan visual. “Kalau lewat radio, semua kejadian di lapangan dijelaskan secara rinci sehingga kami bisa membayangkan pertandingan itu,” katanya.

Dwi menjelaskan detail narasi yang disampaikan penyiar radio membantu tunanetra memahami jalannya pertandingan secara menyeluruh. Tidak hanya soal permainan, tetapi juga suasana stadion, warna kostum pemain, hingga ekspresi pertandingan dapat tergambarkan melalui audio. Hal tersebut membuat tunanetra tetap merasa terlibat dalam kemeriahan Piala Dunia.
Ia menambahkan, antusiasme anggota Pertuni DIY terhadap rencana Debar Piala Dunia cukup tinggi. Banyak anggota komunitas yang telah menanyakan kemungkinan adanya siaran langsung pertandingan melalui RRI. Kehadiran program tersebut dianggap mampu menjawab kerinduan para tunanetra terhadap siaran olahraga yang ramah disabilitas. “Teman-teman sangat senang karena akhirnya ada wadah untuk menikmati siaran sepak bola bersama,” ucapnya.
Menurut Dwi, sepak bola menjadi olahraga yang paling digemari anggota Pertuni. Selain pertandingan internasional, mereka juga rutin mengikuti kompetisi sepak bola nasional, termasuk perkembangan klub asal Yogyakarta seperti Perserikatan Sepak Bola Sleman (PSS) Sleman dan Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) Yogyakarta yang berlaga di Liga 1 Indonesia.
Ia mengatakan kegiatan dengar bareng juga memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu membangun kebersamaan di antara anggota komunitas. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dapat saling mendukung tim favorit masing-masing sehingga suasana menjadi lebih hidup dan penuh semangat. “Ramenya justru saat saling mendukung tim masing-masing, itu yang membuat seru,” ujarnya.
Selain menjadi hiburan, kegiatan Debar dinilai mampu memperkuat inklusivitas media terhadap kelompok disabilitas. Dwi berharap kolaborasi antara komunitas tunanetra dan media seperti RRI dapat terus berlanjut pada berbagai ajang olahraga lainnya, termasuk bulu tangkis, futsal, maupun pertandingan tim nasional Indonesia.

Menurutnya, tantangan utama penyandang tunanetra dalam menikmati pertandingan olahraga adalah keterbatasan visual. Namun hal tersebut dapat diatasi melalui siaran radio yang mampu menghadirkan deskripsi detail dan komunikatif. “Kami memang tidak bisa melihat langsung, tetapi dengan penjelasan yang rinci kami bisa membayangkan semuanya,” katanya.
Ia pun berharap RRI Yogyakarta dapat menghadirkan lebih banyak siaran olahraga inklusif di masa mendatang. Bahkan, menurutnya, pertandingan final Piala Dunia akan menjadi momentum yang paling tepat untuk menggelar kegiatan dengar bareng secara besar-besaran karena antusiasme masyarakat biasanya jauh lebih tinggi.
Dwi menegaskan bahwa komunitas tunanetra juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hiburan dan informasi olahraga. Karena itu, ia mengapresiasi langkah RRI yang membuka ruang kolaborasi bersama komunitas disabilitas. “Kami ingin media juga menjadi ruang yang inklusif bagi penyandang tunanetra agar semua bisa menikmati sepak bola tanpa batas,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....