Akibat Tunggakan Gaji 4 Bulan, Skuad Badai Pasifik PSBS Sepakat Mogok Latihan

  • 06 Mei 2026 10:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kisruh internal di PSBS Biak mulai memuncak. Para pemain menyatakan ancaman akan mogok berlatih dan bermain dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026 melawan Dewa United, Jumat, 8 Mei sore.

Ancaman tersebut dipicu oleh tunggakan gaji selama empat bulan yang belum diselesaikan oleh manajemen klub. Para pemain telah berkumpul dan membuat pertemuan dengan manajer tim, staf ofisial, dan pelatih, pada Selasa, 5 Mei malam.

Dalam pertemuan itu para pemain klub berjulu Badai Pasifik telah bersepakat menyatukan suara agar pihak manajemen segera menyelesaikan hak-hak mereka.

"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata salah satu pemain PSBS Biak Nelson Alom, Selasa malam.

Selain meminta gaji, eks pemain Persipura itu juga meminta manajemen mendahulukan penyelesaian tunggakan gaji pemain dan staf pelatih apabila telah mendapat suntikan dana.

"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," ucap Nelson Alom, menegaskan.

Oleh karena itu, menurut Nelson, para pemain saat ini telah bersepakat, jika pada Kamis, 7 Mei nanti manajemen tidak melunasi gaji. Maka para pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut.

Menariknya, para pemain juga enggan kembali dilatih oleh Marian Mihail. Pelatih asal Rumania itu diduga menjadi pemicu keretakan dalam tubuh tim.

"Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali," kata dia.

Sementara, Manajer PSBS Biak Alex Yarangga menjelaskan jika ketegasan para pemain itu bukan sekadar gertakan. Ada komitmen kolektif di ruang ganti jika belum ada kepastian pembayaran dari pihak manajemen.

"Iya benar (tidak mau main dan latihan, red). Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," ucap Alex.

Alex pun juga berharap supaya manajemen dan dewan direksi segera menyikapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Sebab pihaknya tak ingin terjadi masalah di sisa pertandingan yang ada di kompetisi Super League musim 2025/2026 ini.

"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....