Pemindahan Laga Kandang ke Bali, Manajemen Minta Maaf Kecewakan Suporter PSIM

  • 21 Apr 2026 19:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Manajemen PSIM Yogyakarta menggelar konferensi pers guna memberikan keterangan resmi terkait pemindahan lokasi pertandingan kandang menjamu Persija Jakarta dengan mengundang para rekan media di Yogyakarta. Laga pekan ke-29 Super League tersebut kompetisi dipastikan digelar Rabu, 22 April sore, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Ketua Panpel Wendy Umar Seno Aji beserta Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno hadir langsung memberi pernyataan kepada kelompok suporter dan media. Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin dan Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya juga turut hadir mendampingi manajemen.

Keputusan merelokasi arena pertandingan merupakan wujud komitmen klub mematuhi regulasi perizinan. Sosok perempuan yang kerap disapa Liana tersebut menyatakan, keselamatan seluruh pihak adalah prioritas utama.

“PSIM menghormati keputusan pihak kepolisian dan seluruh otoritas terkait, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan adalah prioritas utama. Bermain di luar Yogyakarta bukan keputusan yang ideal bagi kami. Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin bermain di hadapan suporter sendiri,” ucapnya.

Pemilihan markas sementara ke Bali dinilai sebagai langkah administratif paling logis agar jadwal liga tetap berputar tepat waktu.

“Penggunaan stadion di Bali adalah solusi teknis agar pertandingan tetap dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini bukan bentuk menjauh dari Yogyakarta, melainkan bentuk tanggung jawab penuh klub terhadap kompetisi dan nama besar PSIM,” kata Liana.

Manajemen menyadari, keputusan pemindahan lokasi pertandingan memberi kekecewaan bagi para suporter setia Laskar Mataram. Kendati demikian, manajemen meminta seluruh pihak tetap solid mengawal dan mendukung perjalanan tim di lapangan hijau.

“Kami memahami rasa kecewa para suporter. Namin, energi dan kecintaan itu sangat berarti bagi tim. Saat ini yang dibutuhkan pemain adalah dukungan positif, bukan perpecahan,” kata dia.

Liana menjelaskan bahwa manajemen dan panpel berkomitmen kuat mengupayakan laga kandang selanjutnya tetap dilaksanakan di wilayah Yogyakarta. Komunikasi intensif terus dijalin bersama otoritas setempat.

“Manajemen akan terus berupaya agar PSIM dapat kembali bermain di kandang sendiri pada kesempatan berikutnya. Kami akan terus membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Liana menitipkan pesan hangat kepada seluruh pendukung Laskar Mataram agar bersikap tenang. Manajemen yakin kebesaran jiwa seluruh elemen suporter sangat berpengaruh untuk menjaga stabilitas klub.

“Kami percaya suporter PSIM dikenal sebagai suporter yang loyal, cerdas, dan mencintai klub dengan hati besar. Mari tunjukkan bahwa kita bisa menghadapi situasi sulit dengan elegan,” ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....