Beban Erwan Hendarwanto Angkat Prestasi Tim Yunior PSIM

  • 02 Sep 2025 20:56 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: PSIM Yogyakarta resmi memulai latihan perdana tim Elite Pro Academy (EPA) , Selasa (2/9/2025) pagi. Latihan itu ditujukan untuk persiapan menjelang kompetisi EPA yang akan dimulai pada 7 Oktober mendatang. Tiga tim PSIM yunior pada kelompok usia (KU), yakni U16, U18, U20, yang disiapkan untuk EPA mulai mengikuti latihan di Lapangan Kenari Yogyakarta.

“Kita mendaftarkan tiga puluhan pemain dulu. Sisa kuotanya tetap kita pantau, manakala di putaran kedua nanti kita rasa ada yang bisa masuk lagi,” ujar Erwan Hendarwanto, selaku Direktur Teknik PSIM Yogyakarta.

Pelatih bertangan dingin yang sukses membawa promosi ke Super League tersebut menegaskan, pihaknya ingin fokus mengembangkan bakat atau talenta muda Yogyakarta yang akan menjadi tulang punggung Laskar Mataram di masa depan.

“Alasan kita mengambil 30 pemain karena besok itu kompetisinya double game. Kita bermain di Sabtu dan Minggu. Kita membutuhkan pemain yang ekstra karena kebutuhannya memang cukup banyak,” kata pria yang karib dengan sapaan Coach EH ini.

Seleksi pemain EPA sendiri telah dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama dilakukan dengan metode permain internal, sementara tahap kedua berupa latihan untuk melihat kualitas teknik dan fisik pemain. Dari tiap KU dipilih sekitar 30 pemain, dengan kuota maksimal pendaftaran 35 pemain.

“Metode latihan 4+1. Empat kali latihan, mulai setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Lalu, untuk Sabtu atau Minggu, nanti kita tentatif,” ucap Erwan memaparkan.

Untuk dua pekan awal, Coach EH akan memberikan fokus utama pada pembentukan fisik dan peningkatan teknik individu. Setelahnya, baru akan beralih ke penerapan taktik dan strategi.

“Satu bulan ini kita gunakan dua pekan untuk fisik, sambil memperbaiki teknik individu yang mendukung untuk game plannya. Dua minggu setelahnya, kita baru fokus masuk ke taktikal,” kata dia.

Harapan dari program latihan ini adalah mampu mengembangkan kualitas pemain yang kuat fisik dan teknis, serta dapat menjadi aset bagi tim senior PSIM ke depannya. Meski merupakan tim baru, PSIM tetap realistis sekaligus optimistis dengan perkembangan EPA.

“Targetnya, kita harus realistis karena ini tim baru, tapi bukan berarti kita langsung menyerah. Kita tetap memberikan target ke tim pelatih agar tetap ada motivasi,” ujarnya, menandaskan. (ros/atang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....