Huistra Dipertahankan PSS, Fans Tetap Desak Manajemen Mundur
- 06 Jun 2025 22:57 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Klub PSS Sleman memastikan pelatih asal Belanda, Pieter Huistra, tetap menjadi bagian dari tim meski PSS terdegradasi ke Liga 2. Pelatih kepala PSS musim 2024/25 itu akan menangani aspek teknis yang dibutuhkan klub berjuluk Super Elja.
"Persaingan di Liga 2 sangat ketat, oleh karena itu PSS Sleman membutuhkan konsultan yang kompeten untuk aspek teknis. Kami menilai Pieter Huistra sangat mumpuni untuk itu. Dia juga memiliki visi yang sama dengan PSS Sleman, karena itu dia kami pertahankan," ujar Gusti Randa, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Rabu (4/6/2025) malam.
Pieter di musim Liga 1-2024/25 bergabung dengan PSS Sleman sebagai pelatih kepala di paruh musim kedua. Pieter membukukan total 11 laga bersama PSS dengan hasil enam kali kemenangan, lima kali kalah, dan tidak pernah seri.
"Secara statistik, hasil kerja Pieter meningkat dan positif. Di bawahnya, PSS empat kali menang di empat laga terakhir. Dia berhasil membuat terobosan untuk variasi pemain. Dia pun sudah lama di Indonesia yang membuat Ia mengerti betul blantika sepak bola kita. PSS beruntung bisa memiliki Pieter," kata Gusti Randa.
Pieter dan Manajemen PSS saat ini sudah mulai berkerja mempersiapkan tim untuk menghadapi Liga 2.
"Tentang siapa saja tim pelatih dan para pemain, manajemen akan mendengar masukan dari Pieter. Kami berharap tim sudah terbentuk di akhir Juni ini dan latihan perdana bisa mulai di awal Juli," ucap dia.
Mantan Exco PSSI itu berharap dukungan penuh bagi PSS Sleman dari semua entitas yang ada, termasuk fans setia Super Elja.
"Target PSS Sleman adalah bisa kembali berkompetisi di Liga 1 tahun depan. Mohon dukungan dan doanya untuk seluruh pendukung PSS agar kita bisa mempersiapkan diri dengan baik menghadapi Liga 2 dan mencapai target di akhir musim," ucap Gusti.
Namun demikian, keseriusan manajemen untuk bangkit dari keterpurukkan diragukan oleh sebagian besar suporter. Sabilul Rosyad, salah satu anggota kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) mendesak agar manajemen mengundurkan diri.
"Degradasinya PSS musim ini bukti kegagalan manajemen, khususnya Direktur Utama PSS dalam mengelola klub. Sebab itu, kami ingin manajemen mengundurkan diri karena dinilai tidak becus," ujarnya, Kamis (5/6/2025) siang.
Bagi Rosyad, jalan terbaik adalah mengganti seluruh tataran manajemen. Ketidakmampuan manajemen dalam mengelola klub dibuktikan dengan penunjukan tiga pelatih dalam satu musim. Tak hanya itu, pembelian pemain juga tidak mempertimbangkan kebutuhan tim. (ros/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....