Miliki Wisata Menarik, Kulon Progo Dipandang Miliki Potensi Besar Untuk Berkembang

  • 16 Jan 2024 15:25 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Kulon Progo: Kabupaten Kulon Progo dipandang memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Kabupaten paling barat di DIY ini, memiliki banyak wisata yang menarik, dan terdapat Bandara Internasional.

Widya Siswanti, warga Wates mengaku sangat mendukung pembangunan Kulon Progo. Wilayah ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan menjadi pintu utama kedatangan turis dari seluruh penjuru dunia ke provinsi DIY, dengan keberadaan Bandara Internasional.

"Itu baru sebagian dari potensi kulon progo, yang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik akan terbuang percuma dan masyarakat hanya jadi penonton. Kulon Progo letaknya strategis, Kompetitif dibidang industry dan Wisata," ungkap Widya, di Kulon Progo, Selasa (16/1/2023).

Kabupaten Kulon Progo, lanjutnya memiliki keunggulan komparatif, kompetitif dan distingtif tersendiri dibandingkan kabupaten lainnya di DIY. Kulon Progo berada di jalur lalu lintas perekonomian di Pulau Jawa bagian selatan dan juga topografi yang menarik baik di wilayah utara, tengah, dan selatan.

Kulon Progo pada saat ini juga menjadi wilayah yang akses ekonominya terbuka, dan sangat kompetitif untuk dikembangkan di bidang industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.

Berbagai fasilitas pendukung terdapat di Kulon Progo, seperti Pelabuhan perikanan Karangwuni Wates dan Bandara Internasional.

"Panorama keindahan Kabupaten Kulon Progo terpancar dari wilayah Perbukitan Menoreh hingga Pesisir Samudera Indonesia. Perbukitan Menoreh menawarkan panorama alam yang menarik, sementara di wilayah selatan, terhampar pantai yang eksotis. Dngan potensi ini, sayang rasanya jika kita tidak ikut menikmatinya," tutur Caleg Nasdem ini.

Widya Siswanti mengaku siap membersamai masyarakat guna memaksimalkan potensi yang ada di Kulon Progo. Dia juga mendukung Pengentasan kemiskinan dan menciptakan SDM yang sehat dan berkualitas untuk Kulon Progo Adil dan Makmur.

Kemiskinan, dijelaskannya, saat ini masih menjadi salah masalah utama di Kulon Progo. Pemerintah telah berusaha dengan membuat berbagai program pengentasan kemiskinan. Namun demikian program itu harus terus dioptimalkan kembali.

"Kita berupaya memastikan meningkatnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Setiap kepala keluarga bisa menabung serta merencanakan masa depan. Sehingga kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan bisa diatasi," tutur Widya.

Widya menjelaskan, ada beberapa hal yang siap dikerjakan, yaitu memberikan kemudahan pendanaan yang mudah dan murah, memperluas dan memperbaiki program pembiayaan bagi Koperasi dan juga Pelatihan serta Dukungan pada UMKM. Revormasi kebijakan bagi pekerja informal diperlukan untuk mendapatkan akses pinjaman dari Lembaga keuangan.

"Tentu kita juga ingin melakukan penguatan SDM, di mulai dari pemberdayaan kaum ibu untuk berkarya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kita ingin setiap ibu dan perempuan di kulonprogo mendapatkan penghidupan yang layak dan sejahtera. Anak anak juga mendapat gizi yang cukup dan mendapatkan akses terhadap pendidikan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kulon Progo, Marwanto mengatakan, masa kampanye berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

Sebagai informasi, Masa kampanye ini mencakup pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta kampanye melalui media sosial. Sedangkan Pada tanggal 21 Januari-10 Februari 2024, kampanye mencakup rapat umum, iklan di media massa cetak, media massa elektronik, dan media daring.(hrn).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....