Pemkab Gunungkidul Resmikan Infrastruktur Strategis

  • 07 Okt 2026 09:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis Tahun Anggaran 2026 di Kapanewon Wonosari dan Playen, Selasa 6 September 2026. Peresmian yang dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) tersebut meliputi rekonstruksi jalan kabupaten, peningkatan jaringan irigasi, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.

Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto menjelaskan, salah satu proyek yang diresmikan yakni rekonstruksi ruas Jalan Bogor-Pulutan sepanjang 359 meter. Pekerjaan tersebut menggunakan APBD Gunungkidul 2026 sebesar Rp581 juta.

Menurutnya, ruas jalan tersebut memiliki panjang total sekitar 2,5 kilometer dengan lebar empat meter dan menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kapanewon Playen dan Wonosari.

“Jalan ini juga menjadi akses pendidikan menuju SLB Negeri 2 Playen serta jalur menuju kawasan wisata Lembah Desa Pulutan,” kata Rakhmadian.

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan rekonstruksi, terdapat sekitar 1,07 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat dan 0,8 kilometer mengalami rusak ringan. Penanganan terhadap ruas jalan yang belum direkonstruksi akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya.

Selain jalan, Pemkab Gunungkidul juga meningkatkan jaringan irigasi Bendung Pulutan. Proyek tersebut mendapatkan alokasi APBD 2026 sekitar Rp99 juta.

Peningkatan jaringan irigasi dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi air menuju lahan pertanian sekaligus mengurangi kebocoran saluran.

Rakhmadian menyebut, perbaikan jaringan irigasi tersebut berpotensi mendukung pengairan sekitar 52 hektare lahan pertanian.

“Dengan perbaikan ini, pola tanam petani diharapkan meningkat dari satu kali menjadi dua kali padi dan satu kali palawija dalam setahun,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jaringan irigasi diharapkan turut mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Pemkab Gunungkidul juga terus menjalankan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH. Pada 2026, sebanyak 256 unit rumah mendapatkan bantuan rehabilitasi yang tersebar di 18 kapanewon dan 53 kalurahan.

Setiap penerima mendapatkan stimulus bantuan sebesar Rp20 juta dari pemerintah kabupaten yang dipadukan dengan swadaya masyarakat.

Salah satu rumah yang direhabilitasi dan diresmikan secara simbolis yakni milik Ponijan, warga Dusun Pulutan, Kalurahan Pulutan.

Bupati Endah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan.

Ia juga meminta seluruh aparatur, mulai dari tingkat kapanewon, pamong kalurahan hingga dukuh, meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Endah juga menyampaikan sejumlah program strategis Pemkab Gunungkidul, salah satunya penanganan krisis air bersih.

Pemkab menargetkan perluasan akses air bersih di 70 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon terdampak kekeringan. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan Universitas Gadjah Mada.

“Ke depan, kami akan menambah sekitar 1.500 sambungan rumah tangga di wilayah yang rawan air, salah satunya Kapanewon Tepus,” kata Endah.

Di sektor ekonomi, Pemkab Gunungkidul berkomitmen mengarahkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata dan industri.

Endah mengatakan, pada 2027 ditargetkan terdapat investasi pabrik baru yang mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal Gunungkidul.

Pemkab Gunungkidul juga memastikan setiap laporan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur yang disampaikan melalui SP4N-LAPOR maupun kanal “Lapor Bupati” akan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pertanian dan pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....