Rumaket 2026 Kenalkan Wayang pada Anak lewat Film Animasi

  • 06 Okt 2026 15:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinas kebudayaan kota Yogyakarta melakukan pemutaran film animasi wayang untuk perkenalkan wayang pada anak-anak dalam rangkaian acara Ruang Masyarakat Ketemu (RUMAKET) 2026 yang pelaksanaannya berlangsung di Science Theater, Taman Pintar Yogyakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam acara ini, anak – anak disuguhkan film animasi dengan tema Gatotkaca dan Srikandi yang dianggap jadi tokoh wayang yang familiar baik di dalam dunia pewayangan, maupun bagi khalayak umum. Penayangan melalui media visual ini dilakukan agar anak-anak usia dini bisa lebih mudah memahami dan menangkap cerita wayang dengan menarik serta tetap mengikuti perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyebut bahwa pengenalan kepada gen alfa menjadi suatu hal yang penting namun tetap perlu adanya penyesuaian dengan konsep yang disukai dan bisa diterima anak-anak masa kini. Menurutnya, mengenalkan wayang melalui pertunjukkan wayang yang seperti biasanya atau wayang kulit konvensional akan sulit dicerna. Sehingga dengan menghadirkan tayangan dengan konsep yang lebih menghibur namun sekaligus mengandung edukasi akan dapat lebih mudah ditangkap oleh anak-anak.

“Kalau kemudian langsung dikenalkan dengan tokoh wayang yang memang purwo, yang asli begitu wayang kulit. Mungkin agak susah mereka untuk kemudian melihat ataupun memahami karakter tokoh tersebut,” ujarnya saat diwawancarai.

Lebih lanjut, menurutnya meskipun awalnya dikenal lewat animasi, tujuan akhirnya adalah supaya anak-anak nantinya tetap mengenal dan mencintai wayang kulit itu sendiri. Pihaknya berharap agar proses menurunkan warisan budaya ini dialami dengan menyenangkan dan tidak membebani anak-anak.

Sejalan dengan itu, Bayu Aji Nugraha, anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) cabang Yogyakarta selaku narasumber dalam acara penayangan tersebut menyampaikan bahwa tantangan utama edukasi budaya pada anak-anak adalah untuk menanamkan rasa kepemilikan terhadap warisan budaya yang telah ada sejak lama.

“Tantangannya sebenarnya paling ketika dia belum bisa mengetahui alur cerita pewayangan, dia paling tidak sudah tertanam dalam pikirannya nama tokoh wayang dan merasa memiliki bahwa wayang ini adalah warisan budaya dari nenek moyang kita,” katanya.

Melalui kegiatan edukatif pada anak-anak ini diharapkan pengenalan budaya semakin banyak diwujudkan dalam bentuk-bentuk yang menarik dan memberikan proses pewarisan budaya yang menyenangkan bagi anak-anak sehingga kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....