Tingkatkan Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan gelar Jamsostek Award 2026
- 06 Okt 2026 06:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - BPJS Ketenagakerjaan menggelar ajang apresiasi Jamsostek Award 2026 bagi sejumlah pemerintah daerah, perusahaan, serta Kalurahan di DIY)l. Penghargaan diserahkan di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat 2 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mendorong BPJS Ketenagakerjaan bisa memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Perlindungan ini dinilai penting agar mampu menjangkau seluruh lapisan, mulai dari pekerja sektor informal, aparatur desa, hingga kelompok masyarakat rentan," ujarnya.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menjelaskan, hingga bulan September 2026, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DIY telah mencapai sekitar 638.000 pekerja hingga September 2026. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran dan antusiasme masyarakat DIY terhadap pentingnya perlindungan program yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kulon Progo, Slamet Taryono, menjelaskan, penghargaan ini didasarkan pada evaluasi kinerja peserta sepanjang tahun 2025. Proses seleksi melibatkan sembilan dewan juri yang terdiri atas unsur Pemda (Disnaker dan Setda), perwakilan Apindo, serikat pekerja, serta akademisi.
Kategori penilaian dibagi ke dalam beberapa sektor utama:
1. Pemerintah Kabupaten/Kota: Dinilai berdasarkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), dukungan regulasi (Perda/Perbup), kebijakan penganggaran, serta alokasi anggaran khusus perlindungan pekerja rentan.
Perusahaan Skala Menengah–Besar & Kecil–Mikro: Dinilai dari aspek kepesertaan seluruh karyawan, tingkat kepatuhan, serta kepedulian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
2. Desa/Kalurahan: Menilai komitmen pemerintah desa dalam melindungi aparatur dan pekerja di wilayahnya.
Selanjutnya, para pemenang di tingkat daerah akan diajukan untuk mengikuti seleksi lanjutan tingkat nasional bersaing dengan perwakilan dari provinsi lain.
Dari penilaian yang dilakukan,
Sejumlah instansi dan badan usaha asal Kabupaten Kulon Progo turut menorehkan prestasi gemilang dalam ajang ini, di antaranya:
1. Rumah Makan Bu Hartin meraih Peringkat 1 Kategori Perusahaan Skala Kecil–Mikro.
2. Perumda Air Minum Tirta Binangun dengan Peringkat 3 Kategori Perusahaan Skala Menengah–Besar.
3. Kalurahan Salamrejo meraih Peringkat 3 Kategori Pemerintah Desa/Kalurahan.
Penghargaan ini, harap Slamet, mampu menjadi pelecut semangat untuk terus memperluas cakupan jaminan sosial bagi tenaga kerja formal maupun informal di Kulon Progo.
Ia menekankan pentingnya akselerasi kepesertaan mandiri melalui sinergi lintas sektor bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Sosial.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga secara aktif mendorong sektor swasta khususnya industri pariwisata dan perhotelan untuk memanfaatkan program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja di Sekitar Anda). Program ini dirancang guna melindungi para pekerja rentan di lingkungan sekitar, seperti pengemudi becak dan ojek.
"Perlindungan bagi pekerja penerima upah adalah kewajiban perusahaan. Namun untuk pekerja rentan, kami mengajak seluruh unsur daerah dan desa untuk bersama-sama mengupayakan perlindungannya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....