Usai Pilur Serentak 2026, Kapolres Bantul Ajak Warga Kembali Bersatu
- 06 Okt 2026 06:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu usai Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026 berakhir. Seluruh warga diminta untuk mengesampingkan perbedaan pilihan, lalu memperkuat kembali kebersamaan untuk membangun kalurahan secara bersama-sama.
Bayu berharap masyarakat tidak lagi terkotak-kotak berdasarkan pilihan masing-masing saat Pilur. Perbedaan yang muncul selama proses demokrasi, menurutnya merupakan bagian yang wajar dan tidak seharusnya mengganggu hubungan sosial maupun persaudaraan di tengah masyarakat.
“Harapan kita, setelah Pilur ini seluruh masyarakat dapat kembali bersatu. Tidak ada lagi istilah pendukung calon A maupun calon B. Yang ada adalah masyarakat Bantul yang bersama-sama membangun daerahnya,” ucapnya, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung para pemimpin yang telah memperoleh kepercayaan warga. Selanjutnya, masyarakat juga perlu turut serta mengawal jalannya pemerintahan kalurahan agar semakin baik.
"Mari kita jadikan Pilur Serentak ini sebagai momentum untuk semakin mempererat persaudaraan. Beda pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan dan keamanan Bantul adalah kepentingan kita bersama. Bersama-sama kita jaga Bantul tetap aman, damai, dan kondusif," ujarnya.
Di sisi lain, Kapolres Bantul mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan perselisihan. Masyarakat diminta tetap bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
"Keamanan dan kondusivitas Bantul bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri maupun aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari terus kita jaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan masing-masing," katanya.
Senada dengan itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, seluruh masyarakat diminta untuk menjunjung tinggi kedewasaan dalam berdemokrasi serta menghormati perbedaan pilihan di tengah masyarakat. Menurutnya, dalam proses demokrasi, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar.
“Tidak ada alasan untuk saling konflik, apalagi menjatuhkan. Itu tidak boleh. Itu namanya tidak dewasa dan demokrasi itu menuntut kedewasaan.” ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....