Kopi Nirmalagiri Jadi Potensi Ekonomi Baru Petani di Lereng Merapi
- 04 Okt 2026 09:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kabupaten Sleman memiliki produk biji kopi dari lereng Gunung Merapi yang diberi nama Nirmalagiri. Dukuh Kaliadem Saryono menjelaskan Kopi Nirmalagiri merupakan jenis kopi robusta yang memiliki cita rasa khas, yakni rasa kopi yang cenderung soft. Ini disebabkan oleh karakter geografis lereng Merapi yang subur usai terkena lahar erupsi pada 2010.
Dia menambahkan pada tanah pada di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL) seperti wilayah Padukuhan Jambu dan Kaliadem dapat menghasilkan jenis kopi robusta. Sedangkan, untuk ketinggian di atas 1.000 meter MDPL lebih cocok menghasilkan jenis kopi arabika.
Saryono menuturkan Kopi Nirmalagiri kini turut diakomodir oleh koperasi Kebun Makmur. Koperasi ini turut membawahi hingga 50-an anggota yang merupakan petani kopi di wilayah Kepuharjo. Promosi Kopi Nirmalagiri saat ini tengah digencarkan dengan beroperasinya kopi keliling (koling) dan roda dua keliling (darling) yang mangkal di sekitaran destinasi wisata Merapi.
“Kopi Nirmalagiri itu namanya pemberian dari Kanjeng Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buowno X. Kemudian dari hulu hilirnya mengharapkan agar kopi ini bisa dikelola dengan baik kemudian sampai kepada bagaimana memasarkannya,” kata Saryono saat ditemui di Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan Sleman beberapa waktu lalu.
Saryono menambahkan lahan kopi di wilayah Kepuharjo mencapai 600-an hektar. Meski demikian masih perlu adanya edukasi kepada warga lereng Merapi untuk mulai melirik budidaya kopi. Sebab, menurut Saryono saat ini warga lereng Merapi sudah nyaman menggantungkan hidupnya pada industri pariwisata dan peternakan.
“ini sebenarnya tantangan untuk bagaimana petani paling tidak mulai dari demplot-demplot. Maksudnya sisihkan berapa meter lahan untuk ditanami kopi. Minimal warga itu punya tanaman kopi,” ucapnya.
Saryono menyebut budidaya kopi Merapi memiliki proespek yang cemerlang. Berdasarkan rekam jejaknya, kopi Merapi sudah ada sejak 2008. Seiring berjalannya waktu kopi Merapi juga mengalami perkembangan menjadi brand yang besar dan dikenal secara nasional maupun internasional.
Mengingat Kopi Nirmalagiri baru saja diresmikan, Saryono menyebut pihaknya masih akan melakukan melakukan kajian terkait standar harga dan menu-menu kopi yang akan dikembangkan. Seperti diantaranya kopi tubruk, kopi V60, ataupun kopi susu. Untuk sementara waktu, Kopi Nirmalagiri dijual dalam bentuk kopi bubuk kemasan berukuran 150 gram yang dijual dengan harga Rp 35.000.
“Kapasitasnya belum memadai untuk memenuhi permintaan ekspor. Tapi sementara ini untuk keperluan di lokal sudah ya, sudah banyak terserap di situ,” ujar Saryono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....