FKPT Cokrokusuman Benahi Makam lewat Musyawarah dan Gotong Royong

  • 30 Sep 2026 09:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Forum Kampung Panca Tertib (FKPT) berperan penting dalam mendorong penyelesaian persoalan di tingkat kampung melalui musyawarah dan gotong royong warga. Salah satunya dilakukan FKPT Kampung Cokrokusuman, Kelurahan Cokrodiningratan, Kota Yogyakarta, yang menginisiasi pembenahan kawasan makam Cokrokusuman.

Koordinator FKPT Kampung Cokrokusuman Herbudi mengatakan upaya pembenahan makam berawal dari keresahan warga saat pandemi Covid-19. Kala itu, terdapat jenazah yang bukan berasal dari warga Cokrokusuman yang dimakamkan di makam kampung.

Di sisi lain, biaya pemakaman yang mencapai sekitar Rp4 juta - Rp7 juta dinilai cukup memberatkan masyarakat. Kondisi fisik makam juga menjadi perhatian karena sempat kotor, ditumbuhi rumput, menjadi tempat pembuangan dan pembakaran sampah, serta minim penerangan.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa takut ketika harus melintas di kawasan makam, terutama pada malam hari.

FKPT turut melakukan komunikasi dengan warga dan pengurus FKPT untuk menyatukan visi. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui rapat di Kelurahan Cokrodiningratan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Yang penting kita menyatukan visi dulu. Kalau untuk kebaikan, tidak ada kesulitan yang berarti. Karena setiap kebaikan pasti ada jalannya,” ujar Herbudi, Rabu, 30 September 2026.

Dari rangkaian musyawarah itu, warga kemudian menyepakati sejumlah ketentuan baru. Diantaranya adalah biaya pemakaman bagi warga Cokrokusuman yang ditetapkan sebesar Rp1,6 juta. Penggunaan makam juga diperuntukkan bagi warga Cokrokusuman atau mereka yang memiliki garis keturunan dari warga Cokrokusuman.

Selain pembenahan tata kelola, FKPT bersama warga melakukan penataan fisik makam. Kegiatan dilakukan melalui gotong royong, mulai dari pembongkaran dan pembersihan makam, pembuatan pagar, penataan jalan di tengah area makam, hingga pemindahan sejumlah makam.

Penerangan juga dipasang agar kawasan makam tidak lagi gelap dan warga merasa lebih aman ketika melintas pada malam hari.

Setelah dilakukan pembenahan, kondisi makam kini lebih tertata dan bersih. Akses jalan diperlebar sehingga ambulans dapat mencapai area depan makam. Kawasan makam juga tidak lagi digunakan sebagai tempat pembakaran sampah dan sudah memiliki penerangan.

Perubahan tersebut turut memudahkan proses pemakaman. Akses yang sebelumnya sempit dan menyulitkan kini lebih memadai, termasuk saat membawa keranda menuju area makam.

Bagi FKPT Cokrokusuman, pembenahan makam menjadi salah satu contoh bahwa keberadaan forum kampung dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Persoalan yang awalnya menjadi keresahan warga dapat dibahas melalui musyawarah, kemudian diwujudkan melalui gotong royong dan kesepakatan yang memiliki aturan jelas.

“Keberadaan FKPT tidak hanya berkaitan dengan penertiban, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun kesadaran dan menyelesaikan persoalan yang menyangkut kepentingan bersama di tingkat kampung,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....